JAGOSATU.COM - Tim Bulutangkis beregu Indonesia menjadi pemecah telur paceklik medali emas kontingen Indonesia di arena multi event Asian Games yang sedang berlangsung di Jepang. Tertinggal 2-0 dari tim kuat China, setelah tunggal pertama Jonathan Christie dikalahkan Shi Yu Qi, lalu ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Sihobul Fikri diredam Wang Chang/Liang Wei Kang, Indonesia bangkit dan berbalik unggul 3-2.
Laga final beregu yang dihelat di Ichinoya City Municipal Gymnasium, Kamis, 24 September 2026 sore hingga malam, menjadi panggung bagi tunggal putra kedua Alwi Farhan, Ganda Putra kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Martin dan tunggal putra ketiga, Muhammad Zaki Ubaidillah.
Indonesia akhirnya meraih medali emas pertama di Asian Games 2026. Bulutangkis menjadi cabang olahraga yang mempersembahkan emas itu lewat tim beregu putra setelah mengalahkan China 3-2.
Ini perjuangan yang tidak mudah bagi tim Indonesia. Tertinggal 0-2, namun lalu bangkit lewat aksi heroik Alwi, Leo/Daniel dan ditutup penampilan ciamik tunggal putta 19 tahun, Zaki Ubaidillah yang biasa disapa Ubed.
Ubed paling menyita perhatian sebab ia adalah penentu. Dalam kedudukan 2-2, Ubed mesti jadi tumpuan akhir merah putih merengkuh medali emas.
Turun di partai kelima menghadapi Weng Hongyang. Ubed sempat tertinggal pada awal gim pertama. Weng bahkan mampu memimpin 11-8 saat interval dan kemudian memperlebar keunggulan menjadi 17-12.
Namun, Ubed menunjukkan mental kuat. Ia perlahan mengejar hingga menyamakan kedudukan 20-20. Padahal ia sudah tertinggal 16-20. Match poin bagi Hongyang tidak membuat Ubed panik. Pemain PB Djarum itu tampil tenang dan dalam situasi krusial, mampu mengambil dua poin berikutnya untuk mengamankan gim pertama 23-21.
Memasuki gim kedua, Ubed tampil lebih percaya diri. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga jarak hingga unggul 11-6 saat interval. Permainan Ubed semakin solid selepas interval. Ia terus menekan Weng dengan kombinasi serangan dan smes hingga unggul 17-11.
Ubed kemudian mendapatkan match point setelah unggul 20-13. Satu smes menyilang menjadi penutup pertandingan. Ubed menang 21-18 sekaligus membawa Indonesia mengalahkan China 3-2.
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia meraih medali emas pertama di Asian Games 2026 melalui nomor beregu putra Bulutangkis.
Berikut daftar lengkap hasil lima pertandingan Indonesia vs China:
1. Tunggal Putra 1 (MS1)
Jonatan Christie vs Shi Yu Qi
13-21, 18-21 (Kalah)
2. Ganda Putra 1 (MD1)
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang
20-22, 21-19, 14-21 (Kalah)
3. Tunggal Putra 2 (MS2)
Alwi Farhan vs Li Shi Feng
23-21, 15-21, 21-16 (Menang)
4. Ganda Putra 2 (MD2)
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi
23-21, 21-10 (Menang)
5. Tunggal Putra 3 (MS3)
Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hongyang
23-21, 21-18 (Menang)
Indonesia Naik ke Posisi 16
Indonesia akhirnya membuka keran medali emas. Keberhasilan itu membawa perubahan posisi Kontingen Indonesia di klasemen perolehan medali.
Medali emas pertama Indonesia dipersembahkan tim badminton beregu putra mendongkrak posisi Indonesia dari urutan 20 ke posisi 16 klasemen perolehan medali sementara. Setidaknya hingga Jumat (25/9) pukul 00.00 WITA dini hari
Kemenangan Indonesia di cabang bulutangkis beregu tergolong dramatis.
Karena Indonesia sudah tertinggal 0-2 dari China. Tunggal kedua Alwi Farhan memperkecil ketertinggalan setelah mengalahkan Li Shifeng dalam tiga gim, 23-21, 15-21, 21-16.
Indonesia kemudian menyamakan kedudukan lewat Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Mereka mengalahkan He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui partai kelima. Moh Zaki Ubaidillah tampil sebagai penentu. Menghadapi Weng Hongyang, Ubed mampu meraih kemenangan dua gim langsung, 23-21, 21-18.
Hasil tersebut memastikan Indonesia melakukan comeback dari 0-2 menjadi 3-2 sekaligus merebut emas pertama di Asian Games 2026. Tambahan satu medali emas membuat posisi Indonesia di klasemen mengalami lonjakan.
Klasemen per Kamis 24 September 2026 pukul 21.15 WITA usai pertandingan final bulutangkis putra, Indonesia berada di posisi ke-16 dengan koleksi 1 emas, 4 perak, dan 15 perunggu. Indonesia mengoleksi total 20 medali dari berbagai cabang olahraga yang diikuti di Asian Games 2026. Posisi ini masih bertahan hingga Jumat pukul 00.00 WITA.
Posisi Indonesia masih berada di bawah dua negara Asia Tenggara, Thailand dan Malaysia. Thailand menempati posisi ketujuh dengan koleksi lima emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Sementara Malaysia berada di peringkat ke-10 dengan tiga emas, satu perak, dan lima perunggu.
China masih berada di puncak klasemen medali Asian Games 2026. China telah mengumpulkan 78 emas, 29 perak, dan 20 perunggu atau total 127 medali.
Jepang berada di posisi kedua dengan 20 emas, 33 perak, dan 37 perunggu. Korea Selatan menempati peringkat ketiga dengan 10 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.
Kazakhstan berada di posisi keempat dengan delapan emas, delapan perak, dan sembilan perunggu. Uzbekistan menempati posisi kelima dengan enam emas, 12 perak, dan delapan perunggu. Iran melengkapi enam besar dengan enam emas, 10 perak, dan tiga perunggu.
Dengan emas pertama yang akhirnya diraih, Indonesia memiliki tambahan modal untuk terus mengejar perolehan medali dalam persaingan Asian Games 2026.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026
1. China: 78 emas, 29 perak, 20 perunggu
2. Jepang: 20 emas, 33 perak, 37 perunggu
3. Korea Selatan: 10 emas, 12 perak, 28 perunggu
4. Kazakhstan: 8 emas, 8 perak, 9 perunggu
5. Uzbekistan: 6 emas, 12 perak, 8 perunggu
6. Iran: 6 emas, 10 perak, 3 perunggu
7. Thailand: 5 emas, 4 perak, 7 perunggu
16. Indonesia: 1 emas, 4 perak, 15 perunggu.(dbs/dts/opr)
Editor : Hairil Paputungan