Ole Dituntut Gelontor Banyak Gol ke Gawang Bangladesh, Berharap Malaysia vs Singapura tak Main Mata

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 21:53 WIB
TAJAM DI SUGBK: Selebrasi khas Ole Romeny punya arti. Yakni, apapun itu, tetap tegakkan kepala. Striker timnas Indonesia ini diharapkan menjadi mesin gol Garuda ke gawang timnas Bangladesh Kamis (1/10) malam. (foto:ist)
TAJAM DI SUGBK: Selebrasi khas Ole Romeny punya arti. Yakni, apapun itu, tetap tegakkan kepala. Striker timnas Indonesia ini diharapkan menjadi mesin gol Garuda ke gawang timnas Bangladesh Kamis (1/10) malam. (foto:ist)

JAGOSATU.COM - Ole Romeny dituntut tampil gacor saat melawan Bangladesh di partai ketiga Grup A FIFA Asean Cup Kamis 1/10) malam. Penyerang serba bisa timnas Indonesia itu selalu tampil tajam bersama skuad Garuda saat berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Publik bola tanah air diminta segera move on dari laga penuh drama dengan Malaysia yang berkesudahan 0-0. Agar pasukan John Herdman bisa konsentrasi penuh melumat Bangladesh guna mengunci tiket juara grup A. Sebagai modal utama menyegel partai final.  

JANGAN IMBANG LAGI: meski Indonesia unggul head to head dengan Bangladesh, pertemuan terakhir pada 1 Juni 2022 bertajuk laga persahabatan berakhir imbang 0-0. Stefano Lilipaly dkk tak bisa mencetak gol kala itu. (foto:ist)
JANGAN IMBANG LAGI: meski Indonesia unggul head to head dengan Bangladesh, pertemuan terakhir pada 1 Juni 2022 bertajuk laga persahabatan berakhir imbang 0-0. Stefano Lilipaly dkk tak bisa mencetak gol kala itu. (foto:ist)

Di tempat yang sama pada jam berbeda, timnas Malaysia akan meladeni Singapura. Singapura mengalahkan Bangladesh 1-0 dan kalah 2-0 dari Indonesia. Sementara Malaysia mengantongi selisih gol lebih baik ketimbang Indonesia sebab menang 3-0 lawan Bangladesh. 

Malaysia berambisi menang telak atas SIngapura guna menjauhkan selisih golnya dengan tim tuan rumah. Dengan asumsi, Indonesia menang lawan Bangladesh tapi skor kecil.

Situasi ini memang membuat posisi Indonesia rada riskan.

Satu kekhawatiran publik tanah air adalah jika Malaysia vs Singapura bermain mata. Apabila itu terjadi, asa Indonesia ke final bisa pupus karena selisih gol. Namun, dengan pengawasan ketat FIFA, apalagi kualitas skuad Singapura juga setara dengan Malaysia, berisi banyak pemain naturalisasi, mustahil Malaysia bisa menang besar.   

Tapi, dengan keganasan Ol Romeny saban tampil di depan pendukung sendiri membuat supporter garis keras Ultras Garuda optimis, Ole bisa mengganas lagi di SUGBK.   

Dia sudah tampil sebanyak delapan kali bersama Indonesia di SUGBK. Pemain keturunan Medan 26 tahun itu mampu mencetak enam gol.

Gawang Bahrain, China, Saint Kitts & Nevis, Oman, Mozambik, dan Singapura berhasil dibobol oleh Romeny. Ada dua tim yang gagal dibobol oleh Romeny, yaitu Bulgaria dan Malaysia. Saat Romeny gagal mencetak gol, Indonesia menelan kekalahan (Bulgaria 0-1) dan meraih hasil imbang (Malaysia 0-0).

Indonesia akan melawan Bangladesh dalam laga lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026), dan kickoff pada pukul 20.30 WITA.

Indonesia membutuhkan kemenangan besar. Romeny menjadi salah satu pemain tertajam sejak Indonesia berada di bawah asuhan John Herdman.

Di tangan pelatih asal Inggris itu, dua pemain cukup subur. Romeny dan Mitcehl Baker,  sama-sama sudah mencatatkan empat gol.

 

Romeny sudah membuktikan diri bisa menjadi andalan Indonesia saat menjalani laga kandang. Indonesia butuh kemenangan besar saat melawan Bangladesh agar lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Saat ini, Indonesia ada di posisi kedua klasemen FIFA ASEAN Cup 2026. Mengumpulkan empat poin, Indonesia mempunyai angka yang sama dengan Malaysia di klasemen, namun Garuda berada di posisi kedua karena kalah selisih gol.

Agar Indonesia bisa lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026, kemenangan besar atas Bangladesh wajib diraih. Akankah Romeny kembali bersinar di SUGBK?

Indonesia Unggul Head-to-head

Dalam catatan 11v11, Indonesia sudah berhadapan dengan Bangladesh sebanyak tujuh kali. Hasilnya, Indonesia menang empat kali, imbang dua kali, dan kalah sekali.

Perjumpaan pertama Indonesia dengan Bangladesh terjadi pada 29 Juli 1975. Di ajang Merdeka Tournament, Indonesia menang 4-0 atas Bangladesh.

Namun, pertemuan terakhir, Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Bangladesh. Hasil seri itu didapat Indonesia saat menjalani pertandingan kandang.

Indonesia wajib memetik kemenangan besar tak peduli berapapun skor Malaysia vs Singapura.

Head to head Indonesia Vs Bangladesh

1. Indonesia 4-0 Bangladesh - Merdeka Tournament 1975 - 29 Juli 1975

2. Indonesia 2-1 Bangladesh - Laga Persahabatan - 10 Agustus 1984

3. Indonesia 2-0 Bangladesh - Kualifikasi Piala Dunia 1986 - 18 Maret 1985

4. Bangladesh 2-1 Indonesia - Kualifikasi Piala Dunia 1986 - 2 April 1985

5. Bangladesh 0-0 Indonesia - Quaid-i-Azam International Cup - 28 April 1985

6. Bangladesh 0-2 Indonesia - Laga Persahabatan - 13 November 2008

7. Indonesia 0-0 Bangladesh - Laga Persahabatan - 1 Juni 2022.(cas/raw/dts/dbs)

Editor : Hairil Paputungan
FIFA ASENA CUP 2026