JAGOSATU.COM - Untung laga Malaysia vs Singapura di Stadion di Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jawa Barat lebih dulu kelar. Dibanding duel Indonesia Vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang telat beberapa menit karena ketambahan waktu 7 menit setelah waktu normal 90 menit usai.
Jika saja posisi saat itu masih sama-sama sedang main, mungkin Singapura akan terus membuka lebar-lebar pahanya (maaf, gawangnya) untuk dibobol Malaysia.
Kemenangan telak Malaysia 6-0 atas Singapura menyisakan tanya bagi warga Indonesia, supporter Garuda. Dua negeri satu kawasan itu seperti sedang memainkan sinetron bocah Ipin Upin. Sebegitu entengnya Harimau Malaya melumat The Lions? Tahu skor besar terus terjadi di Jalak Harupat, laga Indonesia vs Bangladesh makin mendebarkan. Soalnya, meskipun Indonesia sudah mencetak 6 gol dan kebobolan satu gol di babak pertama, kabar dari Bandung bikin sport jantung.
Gavin Lee, pelatih Singapura yang amat garang mengadang Indonesia hingga hanya bisa menjaringkan 2 gol, itu pun sebijinya lewat titik putih, membiarkan anak asuhnya dilumat anak buah Tan Ceng Hoe, pelatih Malaysia, setengah lusin. Tanpa balas.
Singapura belum puas menghempaskan Indonesia ke jurang nista di Piala AFF Agustus lalu. Karena hanya main 1-1 di Stadion Jalan Besar, Indonesia gagal lolos fase grup dan masuk kotak. Singapura melenggang ke semifinal, walau akhirnya digebuk Thailand. Nah, Malaysia, sepertinya masih iri karena dengan entengnya skuad Garuda menambah amunisi pemain keturunan asli. Dibanding negeri jiran itu, yang disanksi FIFA akibat menaturalisasi 7 pemain abroad Eropa yang sama sekali tak punya darah Malaysia. Akhirnya, mereka bersepakat mengadang Indonesia yang kali ini bisa memainkan full pemain keturunan setelah FIFA menghelat turnamen bertajuk FIFA Asean Cup 2026.
Sayangnya, aksi main sabun Malaysia dan Singapura itu gatot (gagal total). Dalam posisi kritis, saat Malaysia sudah unggul 6-0 dan Indonesia vs Bangladesh baru skor 6-2 di menit 90, Malaysia sudah siap siap pesta karena hanya sekira 7 menit lagi mereka akan bersorak girang lolos ke final. Tapi, harapan itu tinggalah harapan. Kevin Diks menyundul bola kemelut dan Mitchel Baker menjebol gawang Bangladesh dengan lutut di masa injury time 7 menit itu. Jadilah produktivitas gol Indonesia melampauai Malaysia. SUGBK bersorak ria, di Bandung, Malaysia murung.
Agar tidak dituding menuduh tanpa data, mari tengok head to head dua negara yang masih dalam kawasan Nusantara itu.
Antara Malaysia vs Singapura head to head (H2H) menunjukkan persaingan sangat ketat.
Dalam 5 ertemuan terakhir:
1. 4 September 2025, Malaysia menang 2-1 atas Singapura di laga persahabatan.
2. Pada 20 Desember 2024, Malaysia dan SIngapura main imbang 0-0 di Piala ASEAN.
3. 3 Januari 2023, Malaysia menang lumayan telak, 4-1 atas Singapura di Piala AFF.
4. 26 Maret 2022, Singapura menang 2-1 atas Malaysia di laga persahabatan.
5. Kemudian, pada 20 Maret 2019, Malaysia juga kalah 0-1dari Singapura pada Airmarine Cup.
Statistik Keseluruhan Sejak 2005)
Total Pertemuan: 20 Kali
- Malaysia Menang: 5
- Singapura Menang: 5
- Imbang: 10
- Gol Malaysia: 28 (1.4 per laga)
- Gol Singapura: 26 (1.3 per laga)
Dari statistik itu tampak jelas, Malaysia tidak pernah se telak malam ini menang atas Singapura. Tentu saja hasil di Jalak Harupat bikin geram publik sepakbola tanah air. ‘’Waktu lawan Indonesia, sudah dibantu wasit, eh ketemu Siangpura, sesama raja hutan (maksudnya harimau dan singa, red) malah singanya tetiba ompong. Itu apa namanya kalau bukan ngocok sabun sampe berbusa-busa?’’
Ketika Malaysia dan Singapura asik main petak umpet di Bandung, Kevin Diks dkk harus berjibaku depan pendukung sendiri di SUGBK. Dalam tekanan besar akibat draw lawan Malaysia, dituding supporter pelatih John Herdman miskin taktik, belum lagi kartu merah Thom Haye yang bikin Garuda harus main 10 orang sejak menit ke-37, Herdman dan anak asuhnya dalam posisi stress super berat.
Belum lagi ancaman pemecatan membayangi bila gagal lolos final, termasuk ejekan penonton yang meneriakan nama Shin Tae yong saat lawan Malaysia, eh di Bandung, Malaysia dan Singapura yang semestinya memiliki kekuatan seimbang ternyata sedang punya planning mempermalukan tuan rumah di hadapan pendukungnya.
Dalam situasi tertekan luar biasa, Kevin Diks memimpin pasukan merah putih main habis-habisan. Menceplos 6 gol dan kemasukan satu gol di babak pertama. Sudah unggul 7-1 dan siap ke final, eh malah dibobol lagi sama Bangladesh. Skor 7-2 bikin Indonesia di bibir jurang. Di sinilah patriotisme anak-anak Indonesia keturunan itu mendidih. Lepas dari strategi jitu John Herdman yang kali ini minim blunder, gol Kevin Diks dan Mitchel Baker di ekstra time membuktikan bahwa niat busuk Malaysia dan Singapura tertimpa balik ke wajah mereka.
Mitcehl Baker tampil menggila dengan 5 gol, Rizky Ridho sebiji gol, Kevin, Justin Hubner dan Luke Vickery juga menyumbang masing-masing satu gol. Meski Ole Romeny, yang selama ini selalu gacor main di SUGB K tak mencetak gol, ia main dengan superior dan mengacak-acak pertahanan Bangladesh. Tim Asia Timur itu bahkan sempat menciptakan insiden di penghujung laga. Selain Baker, Ole juga tampil spartan karena menjadi kreator gol-gol Indonesia.
Indonesia Tanrtang Thailand di Final
Badai gol hingga 9 kali berbalas dua gol, bikin jantung orang Indonesia tadi malam berdegub kencang. Tapi, endingnya malah dramatis dan membuat SUGBK pecah dengan gemuruh riang.
Poin Indonesia dan Malaysia sama-sama 7 poin. Selisih gol pun sama-sama 9. Tapi, Indonesia unggul produktivitas gol dengan 11 berbanding Malaysia cuma 9.
Dalam aturan tie-breaking FIFA ASEAN Cup. Ada tiga hal yang dihitung untuk penentuan juara grup. Pertama jumlah poin, kedua selisih gol, ketiga produktivitas gol. Poin sama, selisih gol sama, maka jatuhnya di produktivitas. Lenyaplah Malaysia yang main kotor dengan SIngapura.
Indonesia akan hadapi Thailand di laga final pada Senin (5/10) pukul 21.00 WIB di SUGBK.
Usai menghancurkan Bangladesh, Timnas Indonesia mengamankan puncak klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus maju ke final. Malaysia hanya finis kedua dan berhak memperebutkan tempat ketiga. Mungkin lawan Vietnam. Grup B baru akan memainkan laga terakhir Jumat (2/10). Tapi, tersisa Vietnam dan Filipina yang berjuang dalam perebutan runner up, sebab juara grup sudah disegel Thailand.
Di sisi lain, dua gol Bangladesh yang sempat membobol gawang Emil Audero lahir dari Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid.
Posisi tiga dihuni Singapura yang mendulang tiga poin, dan Bangladesh sebagai juru kunci tanpa satu poin pun.(dbs/dts/ril)
KLASEMEN GROUP A
POS TEAM P W D L Gol Kemasukan Selisigh Gol Poin
1. INDONESIA 3 2 1 0 11 2 9 7
2. MALAYSIA 3 2 1 0 9 0 9 7
3. SINGAPORE 3 1 0 2 1 8 -7 3
4. BANGLADESH 3 0 0 3 2 13 -11 0
Editor : Hairil Paputungan