JAGOSATU.COM - Seorang mahasiswa jurusan sejarah yang belajar peretasan secara otodidak mengguncang industri sepak bola dunia.
Dia adalah Rui Pinto. Dia peretas di balik situs fenomenal Football Leaks yang berulang kali membongkar rahasia paling kelam milik para pemain bintang, agen, hingga klub raksasa Eropa.
Aksi Rui Pinto bermula pada 2015. Dengan nama samaran John, pria asal Portugal yang tengah mengenyam pendidikan di Budapest mulai membocorkan puluhan juta dokumen rahasia ke dunia maya.
Ini aksi peretasan paling berpengaruh dalam sejarah olahraga:
Pinto berhasil meretas dan mengunduh lebih dari 70 juta berkas rahadia berisi kontrak pemain, kesepakatan agen, struktur rekening offshore, hingga skema manipulasi pajak bintang dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Akibat bocoran dokumen itu, telah memicu dibukanya kembali kasus dugaan kekerasan seksual Ronaldo di Las Vegas, sanksi larangan tanding klub Twente akibat skema dana investasi Doyen Sports, hingga pengusutan korupsi politik Luanda Leaks di Angola.
Pada 2019, Pinto pernah ditangkap di Budapest dan diekstradisi ke Portugal. Dia dijatuhi hukuman percobaan 4 tahun atas tuduhan peretasan dan percobaan pemerasan terhadap Doyen Sports. Pinto memilih bekerja sama dengan otoritas hukum pada 2020 dengan menyerahkan arsip data terenkripsi dan masuk ke dalam program perlindungan saksi negara.
Email yang Meruntuhkan City
Di antara jutaan dokumen unduhan Pinto, bocoran email Manchester City yang dipublikasikan media Jerman Der Spiegel pada 2018 adalah karya terbesarnya yang paling berdampak sistemik.
Inilah yang jadi pintu masuk pengusutan panjang manipulatif keuangan The Cityzens:
Manipulasi Finansial £900 Juta: Email yang diretas Pinto membongkar skema sponsorship fiktif, di mana pemilik klub secara rahasia menyuntikkan dana pribadi berkedok pendapatan komersial guna mengelabui aturan Financial Fair Play.
Bukti awal, Komisi Independen Liga Inggris pada 29 September 2026 a resmi menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran keuangan berat selama 9 musim (2009/2010-2017/2018) dengan dampak laporan keuangan melebihi £900 juta (sekira Rp 18,3 triliun).
Hadapi Ancaman Pembunuhan
Akan tetapi aksi Pinto membongkar skandal keuangan City menggiringnya pada ancaman pemubunuhan. Selang beberapa jam setelah vonis bersalah Man City diumumkan 30 September 2026, Komisi Perlindungan Saksi Portugal secara mengejutkan menghentikan seluruh pengawalan polisi dan fasilitas rumah aman bagi Pinto terhitung mulai 10 Oktober 2026.
Menghadapi gelombang ancaman pembunuhan (death threats) dan risiko pembunuhan berencana dari segala penjuru, Pinto tak tinggal diam. Dia menggalang dana sebesar 3 juta euro (sekira Rp 51,5 miliar) via GoFundMe untuk membiayai pelariannya ke lokasi rahasia, menyewa tim keamanan swasta independen.
"Beberapa jam setelah putusan resmi kesalahan City, pemerintah sengaja menempatkan saya dalam situasi yang mengancam jiwa dengan mencabut perlindungan saksi. Saya tidak punya pilihan selain berpindah ke lokasi rahasia. Namun satu hal yang pasti: perjuangan membongkar kecurangan ini tidak akan berhenti," tegas Rui Pinto.
Kendati otoritas Portugal membantah pencabutan ini terkait langsung dengan kasus City. Pinto meyakini ada tekanan besar di balik pencabutan hak perlindungan hukumnya tersebut, dikutip dari Dailysports, Rabu (7/10/2026).
UEFA Tunggu Putusan Premier League
Manchester City sudah dinyatakan bersalah oleh komisi independen soal pelanggaran finansial, pada Jumat (25/9). City didakwa 114 kasus pelanggaran dari total 115 kasus yang dituduhkan.
Persoalan laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, aturan profitabilitas dan keberlanjutan, regulasi UEFA, serta kewajiban klub untuk bekerja sama dalam proses investigasi.
Dilansir dari Sky Sports, UEFA sudah mulai ancang-ancang beri hukuman ke Namun, UEFA akan tunggu putusan pihak Premier League dan komisi independen.
City sudah ajukan banding. Pihak komisi independen yang akan beri hukuman, serta pihak Premier League juga bisa ajukan banding andai hukumannya dirasa terlalu ringan.
City pernah dibela FA. Ketika itu, City bersalah melanggar aturan finansial dan kena denda 30 juta Euro plus larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa selama dua tahun. City mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hasilnya ukuman larangan tampil dibatalkan dan nilai denda dikurangi menjadi 10 juta Euro.(dts/dbs/aff/krs)
Editor : Hairil Paputungan