PSG Vs Barcelona: Adu Buas Deretan Predator Ganas Eropa

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:48 WIB
DIWASPADAI ENRIQUE: Sadar si bocah 19 tahun ini berbahaya bagi lini pertahanan PSG, Pelatih Luis Enrique menyiapkan taktik khusus menjaga pergerakan Lamine Yamal. (foto:ist)
DIWASPADAI ENRIQUE: Sadar si bocah 19 tahun ini berbahaya bagi lini pertahanan PSG, Pelatih Luis Enrique menyiapkan taktik khusus menjaga pergerakan Lamine Yamal. (foto:ist)

JAGOSATU.COM - Ini akan jadi duel adu tajam antar lini depan terbaik di Eropa. Mereka-mereka itu adalah penyerang buas nan ganas di pentas Eropa.

ANCAMAN SERIUS: Dari einger ke striker. Rapinha musim ini berubah peranh sebagai si nomor 9. Di sini sang kapten justru makin menggila dengan torehan gol-gol spektakuler. (foto:ist)
ANCAMAN SERIUS: Dari einger ke striker. Rapinha musim ini berubah peranh sebagai si nomor 9. Di sini sang kapten justru makin menggila dengan torehan gol-gol spektakuler. (foto:ist)

Ya, duel PSG vs Barcelona salah satu yang paling dinantikan tengah pekan ini. Meski dilangsungkan di kandang PSG, Parc des Princes, Rabu (21/10/2026), duel yang kick off pukul 03.00 WITA ini bakal diwarnai jual beli serangan. Gelombang serangan PSG yang dimotori Ousmane Dembele dan Desire Doue, serta Barca yang pasti mengangkut dua predator, Rapinha dan Lamine Yamal memang mengerikan.  

TAHU DAPUR BARCA: Ousmane Dembele menemukan sinar terang di PSG. Dia belajar dulu di Barcelona yang menjadi modal meraih sukses bersama klub asal Paris itu. (foto:ist)
TAHU DAPUR BARCA: Ousmane Dembele menemukan sinar terang di PSG. Dia belajar dulu di Barcelona yang menjadi modal meraih sukses bersama klub asal Paris itu. (foto:ist)

Itulah sebabnya laga ini diprediksi berlangsung super sengit. Apalagi kedua tim digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara Liga Champions musim ini. PSG dan Barcelona turut menunjukkan kapasitas mereka sebagai calon kuat juara di dua laga awal Liga Champions musim ini.

SEMAKIN TAJAM: Beperan sebagai winger, Desire Doue makin menemukan ketajaman bersama PSG. (foto:ist)
SEMAKIN TAJAM: Beperan sebagai winger, Desire Doue makin menemukan ketajaman bersama PSG. (foto:ist)

PSG dan Barcelona sama-sama menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan. PSG dan Barcelona saat ini berada di peringkat satu dan kedua di klasemen.

Mereka juga tampil produktif di dua laga awal musim ini. Les Parisiens sudah mengemas 10 gol dari dua laga. El Barca bikin satu gol lebih sedikit dengan sembilan kali bobol gawang lawan.

Laga nanti diprediksi berlangsung terbuka dengan saling jual beli serangan. Apalagi lini depan kedua tim dihuni para pemain yang punya skill individu luar biasa.

PSG punya Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Khvicha Kvaratskhelia di lini depan. Sementara, Lamine Yamal, Raphinha, dan Anthony Gordon jadi tumpuan serangan Blaugrana. Rata-rta berlabel buas dan ganas di petak 16.  

Pilar lini tengah PSG, Vitinha, menilai dengan segalanya hal di atas laga melawan Barcelona bakal jadi salah satu laga terbaik. Baginya, laga ini bakal sulit ditebak dengan kedua kubu bakal bermain agresif sepanjang laga.

"Menurut saya, semua syarat sudah terpenuhi untuk menjadikan laga ini salah satu pertandingan yang hebat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kedua tim ini diperkuat oleh aktor-aktor semua lini yang brilian. Kedua tim sama-sama ingin terus menguasai bola dan akan melakukan tekanan saat tidak sedang menguasainya," ujar Vitinha dikutip dari situs UEFA.

Enrique Punya Trik Hentikan Yamal

Sadar akan menjadi salah satu ancaman untuk kala menghadapi, Pelatih PSG sudah menyiapkan rencana untuk meredam Lamine Yamal.

Walau tahu di Barca bukan hanya Yamal yang berbahaya, Luis Enrique sadar, bocah 19 tahun itu harus dihentikan. Jika tidak, sector kiri pertahanan PSG akan jadi horror.

Yamal menjadi salah satu pemain yang tampil impresif untuk Blaugrana musim ini.

Sejauh ini, Yamal sudah mencetak sembilan gol dan 10 assist dalam 11 kali penampilan di semua kompetisi. Untuk menghentikan Yamal, Enrique menyebut PSG perlu kerja sama kolektif.

 

"Cara terbaik untuk menghentikan Lamine Yamal adalah menjauhkan bola dari Barcelona," ujar Enrique seperti dilansir ESPN.

"Kalau dia tidak mendapat bola, semuanya jadi tenang. Itu akan ideal, tapi kita tahu bukan itu persoalannya karena bertanding melawan Barcelona dan Lamine Yamal itu sulit."

"Cara bertahan dari tim dengan kualitas seperti mereka adalah tetap waspada dan menghadapinya dengan kolektif sebagai tim. Tapi ini bukan cuma Lamine. Ada Raphinha, Pedri, Gordon... ada banyak pemain top," katanya.

Hansi Flick, pelatih Barcelona tidak terlalu risau dengan menghadapi PSG. Baginya, semua laga tetap sulit. Siapapun tim yang dihadapi, termasuk PSG yang notabene juara bertahan. ‘’Tak ada yang mudah. PSG semua tahu kualitas mereka/ Dengan Luis (Enrique) dibantu Ousmane (Dembele), Anda harus waspada di garis tengah, jangan sampai mereka tiba di kotak 16 dan itulah petakan sesungguhnya. Tapi kami sangat siap. Ini laga dengan pemain muda dan haus segalanya. Kami menghormati PSG tapi ini kompetisi Eropa dan mereka sedang menyimpan tropinya, sementara kami sudah 11 tahun tidak melihat tropi itu. Kami akan berjuang musim ini,’’ sela Flick yang makin padu dengan suasana tim.(nds/pur)

Editor : Hairil Paputungan
Fase Liga Liga Champions