JAGOSATU.COM - Como 1907 menorehkan sejarah hebat di fase liga Liga Champions. Arena yang di Eropa disebut UEFA Champhions League (UCL) musim 2026/2027 dijadikan FC Como 1907 sebagai ajang promosi diri. Nico Paz dkk menghantam klub legendaris asal Inggris, Manchester United dengan skor telak 4-0.
Setan Merah yang dihuni deretan pemain bintang tak berkutik diobok-obok tim ingusan yang baru promosi ke Serie A Liga Italia musim 2024 silam.
Dengan predikat King MU, label 3 kali juara (1968, 1999, 202), di atas kertas Bruno Fernandes dkk bukan lawan sepadan Como. Tapi, situasi malah kebalik. Anak asuh Cesc Fabregas seperti sedang mengajari 13 kali juara Liga Inggris itu main bola yang benar.
Como itu padahal baru promosi ke Seria A 2023/2024. Lalu ikut kompetisi Serie A musim 2024/2025. Musim 2025/2026 mereka bahkan sudah nangkring di posisi 4 klasemen akhir Liga Italia. Yang ini membawa mereka menggenggam tiket ke LC musim 2026/2027.
Menengok ke belakang, Como masih ada di Serie D (kasta ke-4 Liga Italia, mungkin selevel Liga 4 di Liga Indonesia) pada 2019 ketika dibeli pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara; Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono (Grup Djarum). Dua orang pemegang saham minoritas disertakan. Yakni Cesc Fabregas dan Thierry Henry, legenda timnas Inggris, Arsenal dan Barcelona). Cesc selanjutnya jadi pelatih kepala. Eks kapten Arsenal, skuad Bartcelona dan Chelsea itu juga adalah punggawa timnas Spanyol di era 2000-an.
Melihat curriculum vitae dua klub, rasanya mustahil tim sekelas MU ambruk di tangan tim ingusan Como. Tapi, Fabregas yang adalah pemain gelandang di masanya, itu menyulap Como jadi tim yang disegani. Tidak saja di Seria A Italia, tapi kini mengancam dominasi klub-klub raksasa langganan Liga Champions.
Menggebuk RB Leipzig dari Jerman 4-1 di matchday 1, sempat kalah 3-2 dari tuan rumah Feyenoord, klub Eredivisie Liga Belanda, dan Kamis dini hari tadi melumat Setan Merah MU dengan skor memalukan; 4-1.
Kini Como nangkring di posisi 9 klasemen sementara fase liga dengan 3 kali main, 2 menang, dan sekali kalah hingga meraih poin 6.
Memang jalan masih panjang untuk lolos ke fase knock out 16 besar. Masih ada 5 pertandingan yang harus dilalui. Tapi melihat sepakterjang Como di Serie A dan LC, rasanya tidak berlebihan I Lariani, julukan Como, layak masuk fase gugur. Jika belum bisa langsung ke 16 besar (minimal posisi 8 fase liga), setidaknya tiket play off sudah di depan mata. Asal konsisten di 5 laga sisa.
Sekadar diketahui, fase liga Liga Champions diikuti 36 tim. Peringkat 1-8 lolos langsung 16 besar. 8 sisanya diambil dari peringkat 9-24. Mereka ini diadu lagi lewat babak play off dengan system home and away.
Jangan Sombog
Cesc buru-buru me-warning pasukanya untuk tidak sombong setelah mengalahkan MU.
Dia meminta tetap rendah hati dan tekun berlatih guna menghadapi laga-lagha besar ke depan.
Dini hari tadi Como benar-benar superior di hadapan MU. Dominan sepanjang laga. unggul empat gol lebih dulu lewat brace Nico Paz serta satu gol dari Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramon sebelum Joshua Zirkzee mencetak gol penghibur Setan Merah.
Meski baru menjalani musim debut di kancah Eropa, performa mereka mengejutkan banyak pihak.
"Ini masih berada di tahap awal dari semua rencana yang ada dalam benak kami," ujar Fabregas kepada Sky Sport Italia usai laga.
"Tim bermain baik malam ini, namun kita harus tetap membumi dan ingat bahwa ada pertandingan lain yang menanti pada hari Sabtu nanti (melawan Sassuolo di Serie A)," cetusnya.
"Kami akan selalu bersiap dan berusaha menampilkan gaya permainan kami, baik saat menghadapi Inter di semifinal Coppa Italia maupun saat melawan Napoli dan Roma di Serie A. Persiapan memang fundamental, tetapi keyakinan para pemain juga sama pentingnya. Segalanya akan jauh lebih sulit jika mereka tidak memilikinya."
"Malam ini kami menghadapi Manchester United; terlepas dari kesulitan yang mungkin sedang mereka alami saat ini, kita tidak boleh lupa bahwa bagi sebagian pemain kami, ini baru laga ketiga mereka di Liga Champions sepanjang karier mereka."
"Itulah sebabnya keyakinan para pemain ini dan cara mereka menjalankan sesuatu sungguh memberi saya semangat hidup. Menang dengan cara seperti ini sangat memuaskan, namun tantangan sebenarnya justru ada di sini: bagaimana mempertahankan cara bermain yang sama pada hari Sabtu nanti di Serie A," tegas Fabregas.(dts/dbs/adp/rin)
Editor : Hairil Paputungan