JAGOSATU.COM - Juventus kembali gagal bangkit di Liga Italia setelah kalah 2-0 dari Como pada Minggu (19/10). Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Igor Tudor yang kini belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sebaliknya, Como tampil luar biasa dengan mencatat kemenangan bersejarah atas Juventus—yang pertama dalam lebih dari 73 tahun.
Laga baru berjalan empat menit ketika Como unggul lebih dulu lewat bek Marc-Oliver Kempf. Berawal dari umpan melengkung Nico Paz dari sisi kanan, Kempf berhasil memanfaatkan peluang dengan tendangan voli keras yang menembus gawang Michele Di Gregorio. Gol cepat itu memberi kepercayaan diri besar bagi tuan rumah yang tampil disiplin dan agresif.
Juventus sempat memberikan perlawanan pada menit ke-21 melalui aksi Conceicao dan Kenan Yildiz. Namun, upaya mereka gagal berbuah hasil setelah tembakan Yildiz hanya melebar tipis dari tiang gawang. Peluang emas sempat hadir lewat Jonathan David di menit ke-36, tetapi golnya dianulir karena offside.
Kiper Como, Anthony Butez, tampil gemilang sepanjang laga. Ia berhasil menggagalkan peluang Koopmeiners pada menit ke-63 yang hampir membawa Juventus menyamakan kedudukan. Ketika Juventus terus menekan di babak kedua, Como justru memanfaatkan celah untuk melancarkan serangan balik cepat.
Pemain muda asal Argentina, Nico Paz, menjadi bintang utama. Di menit ke-79, ia melakukan aksi solo run sensasional, melewati Andrea Cambiaso, lalu menuntaskannya dengan tendangan melengkung kaki kiri yang tak mampu dibendung Di Gregorio. Gol tersebut memantapkan kemenangan Como 2-0 dan membuat stadion bergemuruh.
Bagi Nico Paz, penampilan ini menegaskan statusnya sebagai talenta paling berpengaruh di Liga Italia musim ini. Dari sembilan gol Como, delapan di antaranya melibatkan dirinya—empat gol dan empat assist. Catatan ini menjadi bukti kontribusi besar sang gelandang muda yang kini menjadi tulang punggung skuad Como.
Hasil ini membawa Como naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan 12 poin, sama dengan Juventus yang turun ke posisi keenam. Jika Bologna atau Atalanta meraih kemenangan, posisi Juventus bisa semakin terpuruk.
Sementara itu, performa kandang Como juga mencuri perhatian. Mereka belum terkalahkan dalam empat laga kandang pembuka musim ini, dua kali menang dan dua kali imbang—pencapaian terbaik sejak musim 1986/1987.
Bagi Juventus, hasil ini memperpanjang krisis kepercayaan diri di bawah asuhan Igor Tudor. Enam laga tanpa kemenangan membuat tekanan semakin besar terhadap pelatih asal Kroasia itu. Jika situasi ini tak segera dibenahi, Juventus bisa makin tertinggal dalam persaingan perebutan tiket Eropa.
Editor : Toar Rotulung