JAGOSATU.COM - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima kunjungan Ketua Dewan Rakyat Malaysia, Tan Sri Dato’ Johari Abdul, di Istana Wapres di Jakarta pada hari Selasa.
Selama pertemuan tersebut, Wakil Presiden dan Ketua Dewan Rakyat Malaysia terlibat dalam diskusi yang mencakup berbagai topik, termasuk isu ketahanan pangan dan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kunjungan dari pimpinan parlemen Malaysia telah berlangsung. Ada beberapa hal yang dibahas antara mereka," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, di Jakarta pada hari Selasa.
Masduki mengungkapkan bahwa pimpinan parlemen Malaysia menyampaikan harapan mereka terkait pelaksanaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut mereka, IKN yang berada di Pulau Kalimantan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan berdampak positif bagi Malaysia. Oleh karena itu, mereka berharap agar Malaysia dapat memberikan dukungan dan berpotensi untuk berinvestasi di wilayah tersebut.
"Jadi, mereka sangat berharap IKN bisa segera terwujud, dan ini menjadi pembicaraan bagaimana Malaysia bisa memberikan dukungan dan peluang investasi di sana," tambah Masduki.
Wakil Presiden dan Ketua Dewan Rakyat Malaysia juga membahas mengenai sinergi negara-negara di ASEAN untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan dan perdamaian global. Mereka juga membicarakan isu ketahanan pangan serta peluang kerja sama antara kedua negara.
"Kita tahu bahwa isu pangan di Indonesia diatasi oleh Indonesia, begitu pula di Malaysia. Namun, mengapa kita tidak bisa bekerja bersama? Malaysia telah mulai mengusulkan hal ini. Oleh karena itu, bagaimana ASEAN bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan juga menjaga kemandirian pangan," jelasnya.
Selain itu, Wakil Presiden juga mengungkapkan harapannya terkait kerja sama dalam penanganan tenaga kerja ilegal serta perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia.
"Harapan dari Wakil Presiden adalah agar pimpinan parlemen selalu mendukung pentingnya menjaga dan melindungi hak-hak tenaga kerja. Kami semua tahu bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keberadaan yang signifikan di Malaysia. Oleh karena itu, upaya ini diambil untuk menghindari masalah-masalah terkait ketenagakerjaan di negara tersebut," kata Masduki.(antara)
Editor : Aprilia Sahari