Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kementan Gandeng UNAS, Perkuat Kapasitas Desa untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan

ALengkong • Minggu, 7 Juni 2026 | 12:26 WIB
Kementan Gandeng Perguruan Tinggi, Perkuat Desa sebagai Fondasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
Kementan Gandeng Perguruan Tinggi, Perkuat Desa sebagai Fondasi Swasembada Pangan Berkelanjutan

Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif menggandeng perguruan tinggi, termasuk Universitas Nasional (UNAS), dalam upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Kolaborasi ini difokuskan untuk menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.

Langkah strategis ini diambil Kementan untuk memastikan bahwa fondasi ketahanan pangan nasional dibangun dari tingkat paling dasar, yaitu desa.

Dengan melibatkan akademisi dan peneliti, diharapkan inovasi serta pengetahuan terbaru dapat diterapkan langsung di lapangan, khususnya di wilayah Bogor yang menjadi fokus awal kerja sama ini.

Kerja sama antara Kementan dan UNAS ini mencakup berbagai program, mulai dari pelatihan bagi petani, pendampingan teknis, hingga riset terapan yang relevan dengan kebutuhan pertanian lokal.

Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Penguatan kapasitas warga desa menjadi prioritas utama dalam program ini.

Kementan menyadari bahwa sumber daya manusia yang terampil dan berpengetahuan adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian dan menghadapi tantangan di masa depan, termasuk perubahan iklim dan dinamika pasar.

Selain peningkatan kapasitas, fokus juga diberikan pada peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui penerapan teknologi tepat guna dan praktik pertanian berkelanjutan, diharapkan hasil panen dapat meningkat secara signifikan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Wilayah Bogor dipilih sebagai lokasi awal implementasi program ini karena memiliki potensi pertanian yang besar dan kedekatan dengan pusat-pusat penelitian.

Hal ini memudahkan koordinasi dan transfer pengetahuan antara perguruan tinggi dengan masyarakat petani.

Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai swasembada pangan yang tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai target tersebut.

Program kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

Dengan mereplikasi keberhasilan di Bogor, Kementan berharap dapat memperluas jangkauan program serupa ke seluruh pelosok negeri, memperkuat desa-desa sebagai pilar utama ketahanan pangan.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Kementan optimis bahwa cita-cita swasembada pangan berkelanjutan dapat terwujud.

Penguatan kapasitas desa dan peningkatan produktivitas pertanian menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pangan Indonesia, sebagaimana dilansir dari Sumut Pos, Sabtu (6/6/2026).

Kerja sama ini menegaskan komitmen Kementan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan sektor pertanian yang tangguh dan mandiri.

Desa-desa di seluruh Indonesia diharapkan dapat menjadi lumbung pangan yang kokoh, menopang kebutuhan nasional secara berkelanjutan.

Editor : ALengkong
#Universitas Nasional #Pertanian Berkelanjutan #kementan #Swasembada pangan Bitung #desa batealit