Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mentan Amran Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Hilirisasi Pangan Nasional

ALengkong • Minggu, 7 Juni 2026 | 12:31 WIB
Bidik Indonesia Jadi Superpower, Mentan Amran Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Pangan
Bidik Indonesia Jadi Superpower, Mentan Amran Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Pangan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam menjaga swasembada pangan dan mendorong hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan pangan global.

Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran dalam sebuah kesempatan di Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagaimana dilansir dari Sulawesi Tenggara Pos pada Jumat (6/6/2026).

Ia menekankan pentingnya sinergi antara sektor pertanian dan dunia akademik untuk mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Menurut Amran, perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi dan teknologi yang krusial untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain itu, peran kampus juga vital dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

Hilirisasi komoditas pertanian menjadi fokus utama yang didorong oleh Kementerian Pertanian.

Proses ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional.

Mentan Amran juga menyoroti bahwa swasembada pangan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga tentang membangun fondasi ekonomi yang kuat.

Dengan kemandirian pangan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor dan lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.

Peran aktif perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan teknologi pertanian, seperti varietas unggul, pupuk organik, dan metode pertanian presisi, sangat dibutuhkan.

Inovasi-inovasi ini diharapkan mampu mengatasi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Selain itu, pendidikan dan pelatihan bagi petani juga menjadi area penting di mana perguruan tinggi dapat berkontribusi.

Program-program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan baru kepada petani.

Amran meyakini bahwa dengan dukungan penuh dari sektor pendidikan, target Indonesia menjadi superpower di bidang pangan dapat tercapai.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern dan efisien.

Dorongan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui sektor-sektor strategis, termasuk pertanian.

Peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan hasil pertanian menjadi kunci dalam agenda pembangunan nasional.

Dengan demikian, ajakan Mentan Amran kepada perguruan tinggi ini bukan sekadar seruan, melainkan sebuah strategi komprehensif untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi demi mewujudkan ketahanan pangan dan posisi Indonesia sebagai pemain utama di kancah pangan global.

Editor : ALengkong
#Hilirisasi Pangan #perguruan tinggi asing #mentan amran sulaiman #Swasembada pangan Bitung