HBL mengungkapkan reaksinya terhadap kejadian ini melalui akun Instagramnya. "Baliho HBL dan Demokrat ternyata sering hilang. Kenapa tidak ada di jalan-jalan? Kenapa Baliho di Sulut penuh dengan warna kami saja? Ternyata karena ada tim khusus yang bergerak mencopot. Tidak apa, kita tersenyum saja," ungkap Hillary.
Hillary berharap tindakan ini bersifat adil dan merata. Dia juga mempertanyakan mengapa hanya warna tertentu yang dicopot.
"Harapannya adalah tim yang sama juga mencopot warna lain jika memang ada larangan," tambahnya.
Sebagai seorang politisi yang aktif di Sulawesi Utara (Sulut), HBL menyuarakan keprihatinannya terkait upaya menjaga persaingan yang adil dalam dunia politik.
"Ternyata yang dengan bangga menyatakan 'Sulut 1 Warna' menghilangkan warna lain dengan cara yang tidak adil. Teman-teman relawan yang melaporkan, tenang saja. Yang di Atas tidak tutup mata. Perbuatan curang tidak akan menentukan kemenangan," ungkapnya.
HBL mencatat perbandingan antara baliho-baliho yang dicopot, menunjukkan baliho tersebut memiliki ukuran yang serupa, tersusun rapi, dan sepertinya hanya satu jenis baliho yang dicopot.
Saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas pencopotan baliho-baliho tersebut. Kejadian ini terus menjadi topik diskusi hangat di media sosial, dan pihak berwenang diharapkan untuk menyelidiki tindakan tersebut dan memastikan bahwa peraturan yang adil diikuti dalam konteks promosi politik.(*)
Editor : Tanya Rompas