Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

8 Parpol Diprediksi Lolos Parlemen di Pemilu 2024, PDIP dan Gerindra Bersaing Ketat

Tina Mamangkey • 2024-02-13 12:59:22
Deretan bendera partail politik membahayakan pengendara moto di fly over Matraman, Jakarta, Jumat (19/1/2024). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
Deretan bendera partail politik membahayakan pengendara moto di fly over Matraman, Jakarta, Jumat (19/1/2024). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

JAGOSATU.COM - Peta pertarungan dalam pemilihan umum legislatif (pileg) diprediksi tak kalah sengit dibandingkan pemilihan umum presiden.

Para partai politik saling berupaya merebut kursi parlemen sebanyak-banyaknya, dengan upaya untuk memenangkan pemilu.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi, delapan partai politik secara psikologis relatif aman untuk melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Partai-partai tersebut meliputi PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, Demokrat, Nasdem, dan PAN. "Partai bisa lolos bisa tidak, yaitu PPP, PSI, Perindo," ujarnya.

Meskipun elektabilitas tiga partai tersebut hanya berkisar di sekitar 2 persen, tetapi tidak dapat diabaikan kemungkinan adanya kejutan mengingat adanya margin of error sebesar 2,9 persen.

Di sisi lain, potensi pemilih swing voters juga masih terbuka. Data Indikator mencatat bahwa ada 18 persen pemilih yang menyatakan kemungkinan berganti pilihan.

"Secara statistik masih ada yang perlu diperhitungkan karena margin of error," tambahnya.

Selain itu, di level pemilih partai, semua partai memiliki jumlah pemilih yang rentan berpindah.

Data Indikator mencatat bahwa hanya pemilih PKS yang cukup kuat dengan 91,5 persen pemilihnya menegaskan tidak akan berubah pikiran.

Sementara itu, partai lainnya hanya berada di kisaran 74 hingga 83 persen.

Menurut Burhan, dalam perebutan posisi teratas, dua partai yang berpotensi memenangi pemilu adalah PDIP dan Gerindra.

Dari survei terakhir, PDIP masih memimpin dengan 19,6 persen diikuti oleh Gerindra dengan 17,2 persen.

Namun, peluang Golkar relatif kecil karena perbedaan suara yang cukup signifikan (12,1 persen).

Meskipun demikian, PDIP belum sepenuhnya aman karena mengalami penurunan tren, sementara Gerindra justru mengalami peningkatan.

Selisih suara antara keduanya masih dalam margin of error. "PDIP dengan Gerindra selisihnya margin of error," katanya.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) memperkirakan akan terjadi pertarungan sengit dalam Pileg 2024, khususnya dalam posisi tiga besar yang melibatkan PDIP, Gerindra, dan Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, survei LSI pada periode 29 Januari hingga 5 Februari menunjukkan PDIP memperoleh angka 19,5 persen, diikuti oleh Gerindra (18 persen) dan Golkar (13,3 persen).

Dari hasil survei itu, dapat disimpulkan bahwa pertarungan sengit akan terjadi antara PDIP dan Gerindra.

"PDIP ini justru makin militan setelah ditinggalkan Jokowi," katanya. Kondisi ini dapat membuat mesin partai PDIP bergerak lebih solid, karena tidak lagi bergantung pada Jokowi.

"Sementara Gerindra terpengaruh oleh sosok Prabowo yang saat ini unggul," tambahnya.

Menurut Djayadi, sulit bagi partai lain untuk menjadi kuda hitam dan menembus posisi tiga besar.

Perubahan semacam itu hampir tidak mungkin. "Dalam survei ini juga diketahui bahwa delapan partai parlemen lolos.

Hanya satu partai (parlemen saat ini, Red), yakni PPP, yang berpotensi tidak lolos ke parlemen," kata Djayadi.

Partai nonparlemen, baik lama maupun baru, seperti Gelora, Ummat, PKN, PBB, Hanura, dan PSI mendapatkan angka di bawah 2 persen.

"Dapat diprediksi bahwa partai-partai nonparlemen ini tidak akan lolos ke parlemen," paparnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#parliamentary threshold #burhanudin muhtadi #ambang batas parlemen #lembaga survei indonesia #Pemilu 2024 #djayadi hanan