JAGOSATU.COM -Mengantisipasi Virus African Swine Fever (ASF) dan Hog Cholera masuk Talaud, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud perketat jalur masuk daging beku dan hewan ternak babi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Talaud Dirman Gumolung mengatakan untuk pengawasan sesuai dengan surat edaran provinsi.
"Jadi di Talaud sudah ada beberapa laporan dari beberapa teman di wilayah sudah ada tanda-tanda ASF.
Dan memang kemarin sudah kordinasi dengan pihak Dinas provinsi dan mereka sudah mengirim desinfektan untuk peyemprotan kandang," jelasnya.
Selain itu pemkab juga berkoordinasi dengan pihak karantina dan Polres untuk bersama-sama pengawasan lalulintas ternak babi.
Dimana yang dikeluarkan oleh pihak karantina yang ada di Bitung. "Untuk saat ini kami akan meningkatkan pengawasan daging beku," tuturnya.
Dia juga menegaskan bahwa sampai saat ini untuk kasus ASF dan Hog cholera belum ada di Talaud.
"Karena adanya kasus ini di beberapa daerah harga babi jadi turun.
Maka dari itu kita harus mengantisipasinya dan menjaga agar tak masuk Talaud.
Awalnya virus ini dari Sulawesi Tengah," ujarnya.
Jika harus masuk Talaud itu maka hewan ternak babi harus sudah melakukan vaksin Hog cholera dan ASF.
"Apalagi di Talaud untuk konsumsi daging babi dan daging anjing sangat tinggi," pungkasnya. (mpd)
Editor : Nur Fadilah