JAGOSATU.COM -Ada sebuah pulau yang sangat unik di Sulawesi Utara (Sulut).
Pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Talaud, terletak di ujung terluar Indonesia.
Pulau ini sangat kecil.
Luasnya hanya 3,15 kilo meter persegi.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik tahun 2020, pulau terunik itu dihuni hanya sekira 810 jiwa penduduk.
Letaknya di dekat perbatasan antara Indonesia dan Filipina.
Baca Juga: Jokowi Ingin IKN Seperti Shenzhen, dr Tifa: Ini Orang Tergila-gila China
Namanya Pulau Miangas.
Belum banyak yang mengetahui tentang pulau terujung di wilayah Sulut.
Padahal Pulau Miangas memiliki banyak keunikan termasuk pemaknaan nama pulaunya.
Berbagai penyebutan nama Miangas bermacam-macam makna, tergantung dari bahasa apa kita memaknai nama pulau terujung ini.
Setidaknya ada tiga penyebutan bagi pulau Miangas.
Baca Juga: Anak Buahnya Bakar Rumah Warga, Danrem Wakhyono Minta Maaf
Sebutan yang pertama adalah Pulau Miangas, sebagaimana namanya yang masuk dalam data resmi administratif Kabupaten Kepulauan Talaud.
Miangas atau yang disebut juga dengan kata 'Melangis' artinya adalah terbuka untuk bajak laut.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim peneliti bahasa, makna kata Miangas seringkali dihubungkan dengan sejarah masa lalu di mana dahulu terjadi serangan bajak laut dari Pulau Mindanao.
Pemaknaan pada pulau kecil ini juga dikaitkan dengan bahasa Indonesia.
Nama Pulau 'Miangas', seringkali dikaitkan dengan kata 'Menangis'.
Pasalnya, iklim di Pulau Miangas ini sering mendung dan juga curah hujannya tinggi.
Sehingga disebut pula dengan Pulau 'Menangis'.
Pulau terujung Sulawesi Utara ini juga dikaitkan dengan bahasa Sangir.
Bahasa Sangir adalah bahasa daerah yang digunakan etnis Sangihe yang tersebar di Sulut.
Pulau Miangas juga dikaitkan dengan kata 'Sumangi' yang artinya pun sama dengan bahasa Indonesianya, yaitu menangis.
Selain sebutannya meliputi kata Miangas, Menangis, dan Sumangi, ternyata ada juga nama lain dari pulau ini.
Yakn I dsebut sebagai Palmas oleh orang Spanyol yang pada tahun 1684 menemukan pulau Miangas ini dipenuhi dengan banyak pohon pinus.
Jadi, penyebutan pulau Miangas sebenarnya ada banyak, tetapi yang paling populer di tengah masyarakat adalah sebutan Pulau Menangis yang dihubungkan dengan bahasa Indonesia.
Adapun alasan utama mengapa sering dikaitkan dengan kata 'Menangis' ialah sebab kondisi cuaca di pulau terujung di Sulawesi Utara yang sering hujan.(mpd)
Editor : Nur Fadilah