JAGOSATU.COM - Acara WWDC 2023 yang baru-baru ini diadakan telah memperkenalkan sejumlah terobosan yang menarik dari Apple. Salah satu yang paling mencolok adalah kehadiran M2 Ultra Mac Pro, sebuah workstation kelas atas yang menjadi andalan Apple saat ini. Meskipun banyak harapan yang terkait dengan perangkat keras ini, terdapat satu hal yang menjadi sorotan.
Sayangnya, Apple Mac Pro yang menggunakan chip M2 Ultra ini tidak mendukung kartu grafis eksternal. Artinya, pengguna yang menginginkan kinerja grafis yang lebih tinggi harus mengandalkan solusi GPU internal yang disediakan oleh M2 Ultra.
John Ternus, kepala teknik perangkat keras Apple, memberikan penjelasan terkait keputusan ini. Menurutnya, desain internal Mac Pro baru memiliki enam slot ekspansi PCI Express. Pada sistem sebelumnya, semua slot ekspansi ini dapat mendukung komponen perangkat keras PCI Express termasuk kartu grafis eksternal. Namun, pada model terbaru ini, slot untuk kartu grafis eksternal tidak disediakan seperti pada Mac Pro berbasis Intel sebelumnya.
Meskipun M2 Ultra memiliki kinerja GPU yang sangat baik, masih banyak pengguna yang menginginkan kemampuan untuk menggunakan kartu grafis eksternal demi memaksimalkan sistem. Namun, pengumuman resmi Apple menegaskan bahwa slot PCI Express pada Mac Pro baru hanya ditujukan untuk penyimpanan dan komponen perangkat keras lain yang kompatibel dengan PCI Express.
John Ternus, dalam wawancara dengan John Gruber dari Daring Fireball's, menjelaskan bahwa model baru tidak memerlukan kartu grafis eksternal karena semua operasi sudah ditangani oleh chip M2 Ultra. Menurutnya, arsitektur chipset M2 Ultra didasarkan pada memori bersama dan pengoptimalan. Menambahkan dukungan untuk kartu grafis eksternal akan mengganggu pengoptimalan tersebut, dan itu bukanlah arah yang diinginkan oleh Apple.
Diketahui bahwa Apple M2 Ultra Mac Pro mampu tiga kali lipat lebih cepat dalam hal transcoding video dan simulasi 3D dibandingkan Mac Pro berbasis Intel. Pemrosesan video pada model baru ini setara dengan penggunaan tujuh kartu Afterburner pada unit Intel.
Selain itu, laporan terbaru juga menyebutkan bahwa kinerja chipset M2 Ultra hampir setara dengan kartu RTX 4080, yang merupakan kartu tercepat kedua dari Nvidia.
Meskipun Apple Mac Pro dengan M2 Ultra menawarkan kinerja yang luar biasa, perlu dicatat bahwa perangkat ini hadir dengan harga yang tidak murah. Untuk mendapatkan model lengkap, pengguna harus membayar USD 1.299 atau sekitar Rp 19,3 juta. Hal ini mengingatkan kita bahwa kinerja tinggi tidaklah datang dengan harga yang rendah.
Terkait dengan RAM, salah satu faktor yang mengecewakan bagi para pengguna yang membutuhkan upgrade, terdapat pembatasan di Mac Pro. Hal ini juga terkait dengan sifat terpadu dari chip M2 Ultra. Dibandingkan dengan model Mac Pro berbasis Intel, model M2 Ultra memiliki setiap komponen yang terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, Apple memilih untuk menyolder RAM ke dalam chipset. Meskipun demikian, Mac Pro M2 Ultra sudah menyediakan memori terpadu sebesar 192 GB, yang sudah lebih dari cukup untuk sebagian besar beban kerja yang ada. (JPG)
Editor : Alfianne Lumantow