JAGOSATU.COM - Rencana Apple untuk meluncurkan perangkat yang dapat dilipat terus mengemuka dalam laporan-laporan terbaru.
Sejak Samsung memperkenalkan konsep ponsel lipat pada tahun 2019, pasar segmen ini telah berkembang pesat.
Meskipun berbasis di Cupertino, California, AS, raksasa teknologi ini terlambat dalam bersaing dalam segmen ponsel lipat.
Namun, menurut laporan dari DigiTimes, perangkat lipat pertama yang akan diperkenalkan oleh Apple tidak akan menjadi iPhone.
DigiTimes merujuk pada sumber dari rantai pasokan dalam laporan berbayarnya, menyatakan bahwa Apple telah mengerjakan konsep perangkat lipat pertamanya selama minimal lima tahun.
Publikasi ini menambahkan bahwa perangkat tersebut kemungkinan akan memiliki ukuran yang lebih besar daripada iPhone yang bisa dilipat, menunjukkan bahwa Apple mungkin akan mengeksplorasi segmen perangkat lipat dengan tablet atau bahkan notebook.
Laporan tersebut juga mengonfirmasi bahwa desain telah selesai dan proyek ini mendekati tahap produksi massal.
Perlu dicatat bahwa DigiTimes hanya menyebutkan perangkat lipat Apple sebagai perangkat yang lebih besar, sehingga muncul spekulasi bahwa ini mungkin akan menjadi bagian dari jajaran iPad atau kategori produk yang sepenuhnya baru.
Laporan tersebut menegaskan kembali bahwa Apple tetap fokus pada pengembangan perangkat lipat dan tidak menghentikan proyek ini sementara.
Ini juga mengonfirmasi laporan sebelumnya tentang penundaan sementara pengembangan karena masalah layar dan peralihan tim Vision Pro ke proyek perangkat lipat.
Diperkirakan Apple akan meluncurkan ponsel lipat pertamanya pada tahun 2025 atau setelahnya, mengingat perusahaan biasanya membutuhkan waktu yang cukup untuk meluncurkan produk baru.
Dalam konteks segmen ponsel lipat, pemahaman akan waktu yang dibutuhkan ini sangatlah penting karena mekanisme engsel merupakan kunci dari perangkat tersebut, dan Apple, sebagai raksasa teknologi, tidak akan berkompromi dengan kualitasnya.
Oleh karena itu, meskipun berita ini menarik, perlu diingat bahwa masih terlalu dini untuk bersorak, dan laporan ini harus diperlakukan dengan hati-hati. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey