Jagosatu.com - Traveloka, perusahaan teknologi travel yang berbasis di Indonesia, telah melunasi pinjaman swasta senilai US$300 juta, menurut sumber yang dihubungi oleh Bloomberg.
Pembayaran tersebut dilakukan kepada kelompok pemberi pinjaman yang meliputi BlackRock, Orion Capital Asia, dan Allianz Global Investors, serta dana kedaulatan Indonesia Investment Authority.
Pada tahun 2022, Traveloka mengambil pinjaman dengan rencana pembayaran pada tahun 2026.
Saat itu, perusahaan menyatakan bahwa dana tersebut akan memperkuat neracanya karena industri perjalanan pulih dari dampak Covid-19.
Perusahaan hanya menggunakan US$250 juta dari total pinjaman yang disepakati sebesar US$300 juta.
Traveloka memilih untuk menggunakan cadangan kasnya sendiri untuk melunasi pinjaman tersebut.
Hal ini terjadi di tengah kebangkitan industri travel pasca pandemi, di mana maskapai penerbangan terutama mencatat pendapatan tinggi pada tahun 2023.
Pada akhir tahun 2022, perusahaan telah menutup inisiatif yang ditujukan untuk bertahan selama pandemi: layanan logistik on-demand Traveloka Send dan platform pengiriman makanan Traveloka Eats.
Perusahaan juga melakukan pemutusan hubungan kerja diam-diam pada awal tahun 2023 setelah kepala operasionalnya mengundurkan diri.
Hal ini tampaknya merupakan bagian dari reprioritisasi Traveloka terhadap vertikal intinya.
Pada tahun 2022, Traveloka menghasilkan pendapatan sebesar US$225,9 juta, melonjak 75% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kerugiannya juga berkurang menjadi US$98,2 juta dari US$138,2 juta pada tahun 2021. (AVL)
Editor : ALengkong