JagoSatu.com - Pengguna setia produk Apple, khususnya macOS, kini mendapatkan kejutan dari Microsoft. Untuk pertama kalinya, aplikasi akal imitasi (AI) Copilot resmi hadir sebagai aplikasi mandiri di macOS. Anda bisa langsung mengunduhnya secara gratis dari Mac App Store. Ini bukan lagi sekadar akses melalui web atau trik menggunakan aplikasi iPad seperti yang pernah dicoba sebelumnya. Kini, Copilot hadir sebagai aplikasi khusus yang dirancang untuk macOS.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan Copilot di macOS? Secara garis besar, fungsinya mirip dengan aplikasi AI generatif populer lainnya seperti ChatGPT dan Claude. Copilot hadir untuk membantu meringkas teks, menerjemahkan bahasa, membantu dalam pemrograman, menyusun dokumen, dan berbagai tugas lainnya. Keunggulan lainnya, Copilot dapat diakses dengan pintasan keyboard dari seluruh sistem operasi, memudahkan Anda memanggil AI ini kapanpun dibutuhkan. Di balik layarnya, Copilot didukung oleh teknologi AI canggih seperti GPT-4 dan DALL-E 3 dari OpenAI (untuk menghasilkan gambar), serta model Prometheus buatan Microsoft sendiri.
Peluncuran aplikasi macOS ini menandai langkah penting Microsoft dalam memperluas jangkauan Copilot. Seperti yang dilaporkan oleh Ars Technica, Copilot awalnya hadir di platform web dan browser, kemudian merambah perangkat iOS dan Android. Kini, giliran pengguna macOS menikmati kemudahan akses langsung ke asisten AI ini. Microsoft sendiri menunjukkan komitmen besar terhadap teknologi AI, dan Copilot adalah salah satu wujud investasi mereka yang signifikan di OpenAI.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda mengunduh Copilot. Aplikasi ini membutuhkan perangkat Mac dengan chip M1 atau yang lebih baru, serta sistem operasi macOS versi 14 atau lebih tinggi. Jadi, pastikan perangkat Anda memenuhi persyaratan minimum ini agar dapat menjalankan Copilot dengan optimal.
Lalu, bagaimana tanggapan pengguna Mac terhadap kehadiran Copilot ini? Jika melihat kolom komentar dari artikel aslinya, terdapat beragam reaksi, mulai dari skeptisisme hingga penolakan halus. Banyak pengguna mempertanyakan nilai tambah Copilot di macOS, terutama karena Apple sendiri telah memiliki fitur AI bawaan (yang bahkan beberapa pengguna memilih untuk menonaktifkannya). Beberapa komentar bahkan menyebut Copilot sebagai "model AI terburuk kedua setelah Siri" atau mempertanyakan "kenapa harus memasang produk Microsoft di Mac?".
Selain kritik pedas, ada juga pengguna yang menyoroti masalah teknis. Salah seorang pengguna mengeluhkan bahwa fitur Enterprise Data Protection tidak didukung, sehingga pengguna akun korporat harus kembali menggunakan Copilot versi web. Beberapa pengguna lain justru lebih berharap Microsoft fokus memperbaiki aplikasi-aplikasi Mac yang sudah ada, seperti Skype dan Outlook, sebelum menambah aplikasi baru. Intinya, sebagian pengguna tampaknya lebih memilih peningkatan kualitas aplikasi yang sudah ada daripada kehadiran aplikasi AI baru.
Sebagai penutup, meskipun Microsoft gencar mempromosikan Copilot di berbagai platform, tanggapan pengguna Mac terhadap aplikasi ini tampaknya masih ‘Wait and see’. Apakah Copilot akan benar-benar menjadi aplikasi yang bermanfaat di macOS, atau justru sekadar "crapola" seperti yang dikhawatirkan sebagian pengguna? Waktu yang akan menjawab. Bagaimana pendapat Anda tentang kehadiran Copilot di macOS? Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung