Jagosatu.com - Elon Musk kembali menggebrak dunia teknologi dengan meluncurkan Grok 4, model kecerdasan buatan terbaru dari perusahaan miliknya, xAI.
Grok 4 resmi diperkenalkan pada 9 Juli 2025 malam waktu Amerika, atau 10 Juli pagi waktu Indonesia.
Model ini disebut sebagai AI multimodal, artinya Grok 4 bisa memahami teks, gambar, dan bahkan berpotensi mengolah suara atau video dalam satu sistem.
Multimodal adalah istilah dalam AI yang berarti kemampuan memahami berbagai jenis input sekaligus, tidak hanya tulisan.
Menurut Business Standard, Grok 4 memiliki fitur pemrosesan gambar dan konteks yang lebih dalam, termasuk bisa membaca meme dan menjawab dengan nada humor.
AI ini tidak hanya dibuat untuk menjawab pertanyaan biasa, tapi juga dirancang untuk memahami budaya internet dan tren anak muda.
Dilansir dari securityonline.info, Grok 4 bahkan mampu menangani hingga 130.000 token, menjadikannya salah satu AI dengan jendela konteks terbesar saat ini.
Baca Juga: Samsung Tantang Apple! Project Moohan Siap Jadi Headset XR Terseru Tahun Ini?
Artinya, Grok 4 bisa membaca dan mengingat informasi jauh lebih banyak dalam satu waktu dibanding AI lain seperti ChatGPT atau Gemini.
Elon Musk menyebut Grok 4 sebagai pembaruan besar, bahkan melompati versi sebelumnya yakni Grok 3.5.
Grok 4 tersedia dalam dua versi: Grok 4 biasa untuk publik, dan Grok 4 Code yang khusus dibuat untuk programmer dan pengembang.
Grok 4 Code dioptimalkan untuk menulis kode, memperbaiki error, dan mendukung editor populer seperti Cursor atau VS Code.
AI ini memiliki kemampuan reasoning yang sangat tinggi, yaitu kemampuan untuk berpikir logis dan menyusun solusi kompleks.
Grok 4 juga didesain untuk menghasilkan output terstruktur seperti tabel, grafik, atau format teknis lainnya.
Menurut cincodias.elpais.com, pelatihan Grok 4 dilakukan di superkomputer Colossus milik xAI yang diklaim sangat bertenaga.
Musk menyampaikan bahwa Grok 4 akan menjadi AI paling terbuka dan tidak disensor dibanding pesaingnya.
Namun, pendekatan “anti-censorship” ini sebelumnya menuai kontroversi karena ada respons Grok versi sebelumnya yang bersifat politis dan memicu kritik.
Setelah banyak protes, xAI akhirnya memperbarui sistem moderasi Grok dan membagikan data pelatihan secara terbuka melalui GitHub.
Peluncuran Grok 4 disiarkan langsung di akun X resmi milik xAI, dan menunjukkan demo kemampuan Grok menganalisis meme, menjawab soal logika, hingga menulis kode.
Saat ini, akses awal Grok 4 hanya diberikan pada pengguna X Premium+ dan paket SuperGrok, dengan rencana peluncuran API dalam waktu dekat.
xAI menyatakan bahwa tujuan mereka adalah menjadikan Grok sebagai “AI serba bisa” yang bisa menggantikan banyak tool lain hanya dengan satu sistem.
Dengan Grok 4, xAI siap bersaing langsung dengan OpenAI (ChatGPT), Google DeepMind (Gemini), dan Anthropic (Claude) di ranah AI generatif global.
(J)
Editor : ALengkong