Jagosatu.com - World AI Show Indonesia 2025 resmi digelar di Jakarta dan sukses menyedot perhatian dunia teknologi.
Konferensi berskala internasional ini menjadi panggung besar bagi para inovator dan startup AI dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Digelar selama dua hari pada 8–9 Juli 2025, acara ini berlangsung di JW Marriott Jakarta.
Lebih dari 1.500 peserta dari 10 negara ASEAN menghadiri acara ini, termasuk investor, regulator, dan pakar teknologi.
Salah satu sorotan utama adalah kompetisi startup bertajuk FutureTech World Cup Indonesia 2025.
Kompetisi ini diibaratkan seperti laga final sepak bola yang menegangkan, dengan atmosfer penuh strategi dan adu taktik.
Startup yang tampil harus mempresentasikan solusi mereka dalam sesi pitching berdurasi singkat, layaknya adu penalti di lapangan.
Ada 10 finalis terpilih yang mewakili berbagai sektor—dari fintech, healthtech, sampai smart city dan agritech.
Para juri berasal dari kalangan venture capital dan korporasi besar seperti AC Ventures, Antler, dan Pertamina.
Pada babak akhir kompetisi, startup asal Indonesia bernama Momofin tampil luar biasa dan sukses merebut posisi juara.
Momofin adalah startup yang bergerak di bidang digitalisasi dokumen dan manajemen kontrak berbasis AI.
Solusi yang mereka tawarkan menekankan efisiensi dan keamanan data dalam sektor keuangan dan pemerintahan.
Momofin berhasil mengalahkan sembilan startup lain dan dinobatkan sebagai pemenang FutureTech World Cup Indonesia.
Dengan kemenangan ini, Momofin akan mewakili Indonesia di Grand Finale Dubai AI Festival pada April 2026 mendatang.
Layaknya tim nasional yang lolos ke Piala Dunia, Momofin akan membawa bendera Merah Putih ke ajang internasional bergengsi.
Kemenangan ini tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga membuktikan bahwa talenta AI lokal punya daya saing global.
Selain kompetisi, World AI Show juga menampilkan lebih dari 30 pembicara dari perusahaan teknologi besar dan pemerintah.
Beberapa nama penting seperti Prof. Hammam Riza (KORIKA), Arif Ilham Adnan (DANA), dan Hj. Diana Dewi (KADIN Jakarta) turut ambil bagian.
Topik-topik yang dibahas meliputi keamanan siber, etika AI, masa depan tenaga kerja, hingga GenAI untuk bisnis.
Booth pameran dari Alibaba Cloud, Tencent Cloud, dan ASIX turut meramaikan suasana dengan berbagai demo teknologi canggih.
Para peserta juga bisa menjalin koneksi dengan investor dan mitra teknologi, seperti bursa transfer pemain di dunia sepak bola.
Momofin sendiri mendapat banyak perhatian dari pengunjung, terutama setelah presentasi cemerlang mereka di atas panggung utama.
Seperti gelandang kreatif dalam sebuah tim, Momofin berhasil mengatur strategi presentasi yang tajam dan meyakinkan.
Publikasi media dan sambutan para investor menjadi bukti bahwa momentum ini tak boleh disia-siakan.
World AI Show selanjutnya akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Oktober 2025 sebagai bagian dari rangkaian ASEAN Tech Series.
Kesuksesan penyelenggaraan di Indonesia diharapkan bisa mendorong pertumbuhan AI nasional dan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.
Semua mata kini tertuju pada Momofin—akankah mereka menjadi “juara dunia” startup AI di Dubai?
(anl)
Editor : ALengkong