Jagosatu.com - 5G‑Advanced yang dikenal juga sebagai 5.5G kini resmi menjadi standar global dan siap mendukung kecepatan hingga 10 Gbps serta konektivitas ultra‑rendah latency. (J)
5G‑Advanced resmi dimulai dari spesifikasi 3GPP Release‑18 yang “dibekukan” pada Juni 2024, artinya teknologi ini sudah stabil untuk diimplementasikan.
Rilis ini menambahkan fitur AI/ML native di jaringan, seperti otomatisasi RAN, balancing beban, dan penghematan energi melalui intelligent network.
Fitur seperti massive MIMO, sub‑band full duplex, dan peningkatan kanal feedback membuat spektrum lebih efisien dan throughput lebih tinggi.
Baca Juga: Persaingan Harga Merek China di GIIAS 2025 Picu Kekhawatiran Industri Otomotif Nasional
Huawei telah meluncurkan versi komersial 5.5G “Apollo” yang berbasis Release‑18 sebagai platform global pertama untuk komersialisasi 5G‑Advanced.
Lebih dari 60 operator seluler global telah mengumumkan rencana komersialisasi 5G‑A setelah peluncuran Apollo tersebut.
Laporan GSA terbaru menyebut 26 operator di 15 negara telah berinvestasi atau mulai uji coba 5G‑Advanced sejak awal 2025.
China memimpin dengan lebih dari 10 juta pengguna 5G‑Advanced di lebih dari 300 kota per pertengahan 2025.
Kuwait menjadi negara Timur Tengah pertama yang mengaktifkan layanan komersial 5G‑A melalui operator Zain.
Perangkat dan modem kompatibel Release‑18 masih terbatas; hanya satu chipset yang sepenuhnya mendukung standar ini hingga pertengahan 2025.
Sekitar 75 perangkat berbasis Snapdragon 8 Elite dan Gen 3 telah mendukung kemampuan ini dan diperkirakan meningkat akhir tahun 2025.
Qualcomm memperkenalkan modem X85 di MWC 2025 yang mendukung integrasi AI‑5G dan peningkatan performa hingga 30 % dari generasi sebelumnya.
X85 menggabungkan prosesor AI generasi ke‑4 untuk modifikasi algoritma 5G‑AI yang lebih responsif dan hemat energi.
Huawei di MWC juga demo integrasi 5G‑A dengan AI dalam sistem kerja otomatis yang efisien di jaringan RAN.
Fitur positioning indoor ultra-akurasi, beam management, dan CSI feedback dioptimalkan melalui AI/ML di Release‑18.
Extended reality (XR) dan automasi industri kini didukung lebih baik oleh rilisan ini karena latensi rendah dan throughput tinggi.
5G‑A juga mendukung perangkat sederhana (RedCap) untuk IoT & mobil industri dengan efisiensi biaya dan energi lebih baik.
Dalam roadmap 3GPP, Release‑19 diharapkan mulai mendukung 6G awal sekitar 2025–2028, dan fitur AI komunikasi makin matang.
Dengan kecepatan tinggi, efisiensi, dan dukungan AI, 5G‑Advanced membuka peluang baru dalam IoT, industri, smart city, XR, dan layanan enterprise.
Editor : ALengkong