Jagosatu.com-OpenAI kembali mengguncang dunia teknologi dengan meluncurkan model bahasa terbaru mereka, GPT-5.
Model ini diumumkan secara resmi dalam sebuah konferensi pers daring yang dipimpin langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman.
Dalam sesi tersebut, hadir juga Nick Turley selaku Head of ChatGPT yang mengungkap keunggulan GPT-5 sebagai model paling cerdas yang pernah dirilis OpenAI.
Yang paling mengejutkan, semua pengguna ChatGPT, termasuk pengguna gratis, kini bisa langsung mencoba GPT-5 mulai Jumat, 8 Agustus 2025.
GPT-5 langsung dijadikan sebagai model default di ChatGPT, menggantikan GPT-4, GPT-4 Turbo, dan GPT-4.5 yang sebelumnya lebih dahulu digunakan.
Ini menjadi kali kedua OpenAI membuka akses model flagship mereka secara cuma-cuma untuk publik, setelah langkah serupa dilakukan tahun lalu dengan GPT-4.
Menurut Nick Turley, GPT-5 menghadirkan lompatan besar dalam kemampuan penalaran, kecepatan respons, dan akurasi dalam memahami konteks.
Para pengguna gratis tetap mendapat akses GPT-5, namun dengan batas penggunaan tertentu setiap harinya.
Jika batas penggunaan telah habis, sistem akan otomatis beralih ke GPT-5 Mini, versi ringan dari model tersebut yang masih sangat efisien untuk tugas-tugas umum.
Meski tidak dijelaskan berapa jumlah pasti kuota harian, kemungkinan besar skemanya akan mirip dengan GPT-4o sebelumnya, yakni sekitar 10 pesan setiap 3 jam.
Saat kuota habis, pengguna tetap dapat melanjutkan interaksi dengan model AI lain yang tersedia seperti GPT-4.1 Mini.
Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman tanpa batas, OpenAI menawarkan layanan ChatGPT Plus dan Pro dengan jangkauan akses yang lebih luas.
Pelanggan ChatGPT Pro bahkan mendapatkan akses tak terbatas ke GPT-5, termasuk varian GPT-5 Pro yang merupakan versi paling canggih.
Dalam waktu dekat, model GPT-5 juga akan diluncurkan untuk pengguna ChatGPT versi Enterprise dan Education guna menunjang produktivitas di sektor bisnis dan akademik.
Model ini disebut-sebut mampu menangani pertanyaan dan tugas setara tingkat PhD, menunjukkan peningkatan kemampuan reasoning yang signifikan.
Peluncuran GPT-5 ini menjadi tonggak penting dalam misi OpenAI untuk mendemokratisasi kecerdasan buatan ke seluruh lapisan masyarakat.
Sam Altman menegaskan bahwa lima tahun lalu, menyediakan akses gratis ke model AI secerdas GPT-5 adalah hal yang sulit dibayangkan.
Kini, teknologi canggih tersebut tersedia di genggaman siapa pun yang memiliki akun ChatGPT, tanpa perlu membayar.
Kebijakan ini mendapat respons positif karena dianggap mampu menjembatani kesenjangan akses terhadap teknologi cerdas.
Dengan GPT-5, OpenAI tidak hanya menghadirkan lompatan teknologi, tapi juga membuka peluang lebih luas bagi edukasi, bisnis, dan inovasi global.(LR)
Editor : ALengkong