Jagosatu.com - Dell baru saja bikin kejutan besar di dunia laptop dengan merilis Pro Max Plus, sebuah laptop yang katanya punya performa AI super kencang.
Menurut LaptopMag, laptop ini dibekali NPU (Neural Processing Unit) berkemampuan 450 TOPS alias Tera Operations Per Second, yang artinya mampu memproses 450 triliun operasi per detik.
Buat perbandingan, Snapdragon X Elite—yang sebelumnya digadang-gadang jadi chip AI tercepat di laptop—“cuma” punya performa sekitar 45 TOPS.
Dengan kata lain, Pro Max Plus ini punya kecepatan AI 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan saingannya.
TOPS sendiri adalah satuan untuk mengukur seberapa cepat prosesor AI memproses data, mirip kayak RPM di mesin motor tapi versi otak komputer.
Dell memilih menggunakan Qualcomm AI 100 sebagai otak NPU-nya, yang sebelumnya cuma dipakai di server dan data center.
Menurut Forbes, ini pertama kalinya Qualcomm AI 100 masuk ke form factor laptop dan dirancang untuk pengguna profesional yang kerja di bidang AI, machine learning, dan data science.
Menariknya, Dell bahkan nggak pakai GPU diskrit seperti RTX dari NVIDIA di laptop ini, karena semua tenaga fokus ke NPU.
Menurut Engadget, alasan Dell skip GPU adalah karena NPU ini lebih efisien untuk pemrosesan AI dan hemat daya.
Buat yang belum tahu, NPU adalah chip khusus yang dirancang untuk mengolah data AI lebih cepat dibanding CPU atau GPU biasa.
Dell Pro Max Plus punya opsi RAM sampai 256 GB dan SSD hingga 16 TB, jadi jelas ini bukan laptop buat kantoran biasa.
Menurut ITPro, kapasitas RAM segede itu memungkinkan pengguna buat jalanin model AI berukuran puluhan miliar parameter langsung di laptop.
Nggak cuma itu, laptop ini mendukung dual NPU alias dua chip Qualcomm AI 100 sekaligus untuk performa maksimal.
Dengan dua NPU, Dell mengklaim bahwa model AI sebesar 109 miliar parameter bisa dijalankan tanpa bantuan cloud.
Buat perbandingan, model GPT-3.5 punya sekitar 175 miliar parameter, jadi angka 109 miliar itu udah gila untuk ukuran laptop pribadi.
Dell juga membekali layar OLED beresolusi tinggi supaya pengalaman visual saat coding atau desain makin nyaman.
Desainnya tetap tipis dan elegan, walaupun di dalamnya ada teknologi yang biasanya cuma ada di server rack.
Menurut PhoneArena, laptop ini memang nggak menyasar gamer, tapi lebih ke developer dan engineer AI profesional.
Meski begitu, spesifikasi mentahnya bikin banyak orang bilang ini bisa jadi laptop non-gaming tercepat yang pernah dibuat Dell.
Dell Pro Max Plus diluncurkan pertama kali di ajang Dell Technologies World 2025 di Las Vegas.
Reaksi publik terbagi dua, ada yang kagum sama inovasinya, ada juga yang bilang ini terlalu niche alias terlalu spesifik pasarnya.
Menurut TechRadar, harganya diprediksi bisa tembus puluhan ribu dolar tergantung konfigurasi.
Tapi buat perusahaan atau peneliti AI, harga itu dianggap wajar kalau dibandingkan sewa server cloud tiap bulan.
Dell juga menjanjikan update firmware dan driver berkala untuk memaksimalkan performa NPUnya.
Buat yang sering dengar Wardeka, laptop ini beda jauh—Wardeka adalah laptop gaming high-end, sedangkan Pro Max Plus murni buat AI.
Kalau tren AI makin meledak, bukan nggak mungkin Dell Pro Max Plus jadi inspirasi buat laptop generasi berikutnya.
Dell jelas mau nunjukin kalau mereka bisa jadi pionir di segmen laptop AI profesional, bukan cuma ngikutin pasar.
vyr
Editor : Toar Rotulung