Mobil ini punya dua varian kode NJKB SC3E-STD-1 dan SC3E-ETD-1 yang masing-masing Rp 245 jutaan dan Rp 281 jutaan menurut KatadataOTO.
Perlu diingat NJKB bukan harga jual akhir, tapi bisa jadi petunjuk kisaran harga riil ya menurut AutoJago.
Atto 2 ini punya desain lebih kecil dari Atto 3 tapi lebih besar dari Dolphin, cocok buat jalanan kota menurut detikOto.
Mesinnya motor listrik depan 177 PS dengan torsi 290 Nm, bisa ngebut 0–100 km/jam dalam 7,9 detik, top speed 160 km/jam menurut detikOto.
Baterainya LFP Blade 42,4 kWh yang bisa bawa mobil jalan sekitar 311 km dalam sekali cas menurut AutoJago.
Baca Juga: Wardeka — Game Lokal yang Mengusung Semangat Nusantara ke Panggung Esports
Cas dari 30 % sampai 80 % cuma butuh 28 menit via charger DC 82 kW menurut detikOto.
BYD Atto 2 aslinya bernama Yuan Up di Cina dan mulai diproduksi tahun 2024 menurut Wikipedia Yuan Up.
Mobil ini resmi diluncurkan pertama ke pasar global di Eropa pada Februari 2025 menurut Reuters.
BYD Atto 2 adalah SUV kompak segmen B yang diharapkan jadi model paling terjangkau dan siap saing lawan Peugeot e-2008 dan Kia Niro menurut Reuters.
Di Prancis, harga awalnya sekitar 28.990 euro (sekitar Rp 500 jutaan) menurut Reuters.
Di Malaysia, Atto 2 telah diluncurkan dengan satu varian baterai 51,13 kWh harga RM 100.000 (sekitar Rp 350 jutaan) menurut paultan.org.
Dimensinya di Malaysia: panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, wheelbase 2.620 mm menurut paultan.org.
Sementara di Singapura, Atto 2 dijual mulai dari SGD 158.388 (termasuk COE), menurut Sgcarmart.
Interiornya luas, punya kabin ergonomis dan layar pintar yang bisa diputar menurut situs resmi BYD Eropa.
BYD memasang Blade Battery dengan struktur Cell-to-Body (CTB) untuk meningkatkan keamanan dan ruang kabin menurut The EV Report.
SUV ini dilengkapi fitur pintar seperti V2L, AC 7 kW onboard charger, dan fast charging 82 kW DC seperti versi Malaysia paultan.org.
Desainnya hadir dengan Dragon Face, panoramic roof, serta vegan leather — mewah dan kekinian menurut website BYD Eropa.
Dengan NJKB Rp 245 jutaan, kemungkinan harga jual akhir di bawah Rp 300 juta sangat besar jika dibandingkan Atto 3 mulai Rp 390–520 jutaan menurut KatadataOTO.
Atto 2 bisa jadi pilihan murah untuk SUV listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Meski harga Eropa cukup mahal, strategi BYD menghadirkan versi lebih terjangkau di Asia Tenggara masuk akal jika mengikuti pola Malaysia dan Singapura.
Atto 2 cocok untuk keluarga dan anak muda kota yang butuh mobil efisien dan stylish.
Ketersediaannya di Indonesia belum dikonfirmasi, tapi sinyal kuat dari NJKB menunjukkan tinggal menunggu waktu.
Jika benar dirilis, karenanya bisa jadi opsi populer di kelas SUV listrik harga terjangkau.
Butuh perbandingan dengan Atto 1 atau Atto 3? Bisa banget!
Jangan lupa, harga akhir tetap tergantung pajak, diskon dan biaya lain ya.
Gimana menurut kamu, sudah siap ganti mobil ke listrik?
vyr
Editor : Toar Rotulung