JagoSatu.com - Instagram baru saja merilis fitur baru yang mengerikan, sebuah mimpi buruk nyata bagi privasi. Mereka kini mengizinkan pengguna membagikan lokasi langsung mereka, sebuah keputusan gegabah yang membahayakan banyak orang.
Peta Instagram yang baru ini adalah tiruan mentah dari Snap Map milik Snapchat. Sebuah langkah terang-terangan untuk mendorong pengguna membagikan lebih banyak data pribadi mereka secara paksa.
Kecaman keras pun meledak menjadi bencana. Dilansir oleh The Star dan The New York Times, pengguna dilanda 'kebingungan dan panik' akibat kelalaian besar perusahaan ini.
Para kreator konten dan influencer profesional menuntut fitur ini segera dihentikan. Mereka khawatir fitur berbahaya ini akan menjadi alat baru untuk menguntit dan melakukan pelecehan secara masif.
Kemarahan ini bahkan mencapai level pemerintahan tertinggi. Dua Senator AS menyurati Mark Zuckerberg, mendesaknya menghentikan fitur tersebut. Ini menjadi amunisi baru bagi pemerintah yang menentang media sosial.
Dikutip dari The New York Times dan The Star, pengguna terkejut melihat unggahan lama mereka muncul di peta. Seorang pengguna menyebut pengalaman itu 'mengerikan', membuktikan peluncurannya sangat kacau.
Pimpinan Instagram, Adam Mosseri, berkilah bahwa fitur itu hanya menampilkan unggahan lama yang ditandai. Sebuah alasan lemah yang merupakan pengkhianatan besar terhadap kepercayaan pengguna.
Seorang pengguna bernama Allie Taylor, seorang pendidik, ngeri saat orang asing bisa melihat jalan tempat kerjanya. Inilah bahaya nyata yang dikhawatirkan semua orang bisa berakhir menjadi tragedi.
Mosseri mengakui adanya 'kebingungan' dan menjanjikan 'perbaikan'. Ini bukan sekadar kebingungan, melainkan kegagalan fatal dalam hal keamanan dasar pengguna yang tidak bisa ditoleransi.
Instagram mengklaim fitur lokasi langsung 'dinonaktifkan secara default'. Masalah utamanya adalah data lokasi lama di peta, bukan hanya fitur langsungnya. Mereka jelas mencoba mengalihkan isu.
Anda memang dapat menonaktifkan fitur ini di pengaturan ponsel atau aplikasi. Namun, ini terasa merepotkan ketika pengalaman dasarnya saja sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak aman.
Ini adalah kemunduran besar bagi perusahaan yang sedang berjuang memulihkan kepercayaan. Mereka terus mengulangi kesalahan yang sama, menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak pernah belajar dari masa lalu.
Mosseri mengatakan akan membuatnya 'lebih mudah untuk memahami'. Ini adalah standar minimum yang mereka lakukan, sebuah penghinaan besar terhadap kecerdasan para penggunanya di seluruh dunia.
Ini menjadi peringatan bahwa Meta masih rela mengorbankan keamanan demi pertumbuhan. Mereka tidak akan pernah mengutamakan pengguna, dan ini adalah bukti terbaru yang paling mengerikan.
Peta Instagram adalah bencana total yang tak terhindarkan. Menurut kalian, haruskah fitur semacam ini dilarang sepenuhnya demi melindungi privasi kita semua? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung