JagoSatu.com - Hyundai baru saja mengambil langkah paling kontroversial. Mereka menagih pelanggan untuk memperbaiki celah keamanan fatal. Sebuah pengkhianatan luar biasa yang memicu skandal besar di industri otomotif.
Sebuah perangkat mirip Game Boy dimanfaatkan pencuri untuk membuka dan mencuri mobil tanpa kunci. Ini bukan serangan biasa, melainkan peretasan super canggih yang membuat mobil ini sangat rentan.
Dilaporkan oleh The Verge, Hyundai memang menawarkan "perbaikan". Namun, pemilik Ioniq 5 diminta membayar £49 atau sekitar $65 untuk itu. Sebuah kebijakan yang benar-benar menampar kepercayaan pelanggan.
Pembaruan keamanan "opsional" ini sebenarnya menambal celah mendasar yang seharusnya diperbaiki gratis. Ini adalah cara yang sangat buruk dalam memperlakukan para pembeli setia yang sudah kesulitan.
Perangkat mirip Game Boy ini sangat ampuh dan telah bertahun-tahun digunakan untuk mencuri berbagai mobil. Fakta bahwa celah ini ada begitu lama adalah bukti nyata kegagalan protokol keamanan Hyundai.
Kerentanan mengerikan ini tidak hanya menyerang Ioniq 5, tetapi juga Kia EV6 dan Genesis GV60, seperti dilaporkan oleh The Verge. Ini bukan masalah kecil, melainkan celah masif.
Hyundai punya garansi lima tahun, namun mereka meminta pelanggan membayar untuk perbaikan keamanan. Garansi itu seakan tak berguna jika tidak mencakup celah keamanan mendasar seperti ini.
Perangkat mirip Game Boy ini berharga sekitar €20.000 di Eropa. Ini bukan alat murahan, melainkan perangkat canggih untuk pencuri profesional yang belum bisa diatasi oleh Hyundai.
Ini bukan pertama kalinya Hyundai Motor Group tersandung masalah keamanan. Mereka seolah menjadi target empuk bagi peretas, menunjukkan kegagalan perusahaan dalam menangani keamanan secara serius.
Hyundai dan Kia baru saja menyelesaikan gugatan senilai $200 juta atas serangan kabel USB "Kia Boyz". Ini menunjukkan pola pengabaian yang berulang terhadap langkah-langkah keamanan dasar.
Model Ioniq dan EV6 bahkan termasuk mobil yang paling banyak dicuri di Inggris pada tahun 2024. Sebuah bukti nyata betapa rentannya mobil-mobil ini terhadap serangan di dunia nyata.
Peneliti keamanan juga menemukan celah di portal web Kia yang memungkinkan penyerang membuka dan menyalakan mobil. Daftar kegagalan keamanan mereka terus bertambah panjang secara mengejutkan.
Belum ada kabar mengenai perbaikan serupa untuk kendaraan di AS. Namun, sepertinya ini hanya masalah waktu sebelum peretas membawa eksploitasi yang sama ke pasar Amerika.
"Perbaikan" berbayar ini mencakup peningkatan perangkat keras dan lunak. Hyundai seolah mengakui telah menjual produk cacat dan kini meminta Anda membayar untuk memperbaikinya.
Ini adalah bencana total. Hyundai mengkhianati pelanggan, mengabaikan garansi, dan gagal total dalam keamanan dasar. Bagaimana menurut kalian, apakah langkah Hyundai ini bisa dimaafkan? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung