Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Resmi! Mercedes Jadi Produsen Pertama Jual Mobil Otonom Level 3 di Amerika

Toar Rotulung • 2025-08-20 06:00:00

Mercedes-Benz EQS
Mercedes-Benz EQS
Jagosatu.com - Mercedes-Benz resmi mencetak sejarah baru dalam dunia otomotif.

Pabrikan asal Jerman ini menjadi perusahaan pertama yang menjual mobil dengan teknologi Level 3 Autonomous Driving di Amerika Serikat.

Teknologi ini diberi nama Drive Pilot dan sudah mulai dipasarkan di beberapa negara bagian.

Level 3 sendiri berarti mobil bisa menyetir sendiri dalam kondisi tertentu, tanpa campur tangan pengemudi.

Pengemudi bahkan bisa melakukan hal lain seperti menggunakan ponsel, selama sistem aktif.

Namun, pengemudi tetap harus siap mengambil alih jika sistem memberi peringatan.

Menurut The Verge, Nevada adalah negara bagian pertama yang memberi izin resmi pada sistem ini.

Izin itu keluar pada awal 2023 dan membuka jalan bagi Mercedes untuk memasarkan mobil otonomnya.

Dilansir dari Electrek, sistem Drive Pilot hanya bisa digunakan di jalan bebas hambatan tertentu.

Batas kecepatannya pun hanya sampai 40 mph atau sekitar 64 km/jam.

Kondisi jalan harus jelas, cuaca cerah, dan hanya bisa digunakan di siang hari.

Mercedes memilih model S-Class 2024 dan EQS Sedan sebagai kendaraan pertama dengan fitur ini.

Baca Juga: Ngeri! Mobil Tabrak dan Seret Pemotor di Dekat Mie Gacoan Manado, Warga Langsung Bertindak

Menurut U.S. News, fitur ini membuat Mercedes jadi merek mobil pertama yang membawa Level 3 ke pasar Amerika.

Sebelumnya, Tesla sering mengklaim punya mobil dengan kemampuan otonom tinggi.

Namun hingga sekarang, Tesla belum mendapatkan izin resmi untuk sistem otonom penuh.

Tesla masih beroperasi di Level 2, yaitu sistem bantuan mengemudi, bukan benar-benar mobil otonom.

Inilah yang membuat langkah Mercedes-Benz menjadi begitu penting.

Dilansir dari ABC7 News, hingga akhir 2023, Mercedes sudah menjual sekitar 65 unit mobil dengan Drive Pilot.

Sebagian besar unit tersebut beroperasi di California dan Nevada.

Fitur ini dianggap sebagai terobosan karena tanggung jawab keselamatan berpindah ke sistem mobil, bukan pengemudi.

Artinya, jika terjadi kecelakaan saat Drive Pilot aktif, Mercedes-lah yang menanggung tanggung jawab.

Ini berbeda dengan sistem bantuan mengemudi biasa yang tetap membebankan tanggung jawab pada pengemudi.

Mercedes menggunakan banyak sensor canggih seperti kamera, radar, dan LIDAR untuk mendukung Drive Pilot.

Sistem ini juga dilengkapi GPS presisi tinggi agar mobil tahu posisi di jalan secara akurat.

Redundansi sistem juga ditambahkan, artinya ada cadangan komponen jika salah satu sensor gagal.

Banyak pakar menilai langkah ini akan mengubah peta persaingan mobil listrik dan mobil otonom dunia.

Produsen lain seperti Tesla, GM, dan bahkan perusahaan China harus lebih serius agar tidak tertinggal.

Menurut Bloomberg, investasi besar dalam teknologi ini menjadi strategi penting menghadapi masa depan otomotif global.

Dengan pencapaian ini, Mercedes telah membuka era baru mobil yang bisa benar-benar mengemudi sendiri.

(vyr)

Editor : Toar Rotulung
#Otomotif #MercedesBenz #Tesla #DrivePilot #Level3Autonomous #SelfDrivingCar