Riset yang dilakukan Resume Templates menemukan sekitar 77 persen Gen Z melibatkan orang tua dalam proses wawancara.
Survei ini melibatkan 831 responden Gen Z yang bekerja penuh waktu di Amerika Serikat.
Hasilnya menunjukkan betapa besar peran orang tua dalam membantu anak-anaknya menghadapi dunia kerja modern.
Tak hanya mendampingi wawancara, orang tua juga aktif membantu mencari pekerjaan bagi anak mereka.
Bahkan, sebagian orang tua ikut berbicara dengan manajer perekrutan terkait peluang kerja.
Selain itu, keterlibatan orang tua juga terlihat dalam pembuatan resume yang digunakan anak-anak Gen Z.
Data survei menyebutkan 90 persen Gen Z mengandalkan dukungan orang tua untuk menemukan pekerjaan.
Bentuk dukungan tersebut mencakup pencarian jaringan serta koneksi guna memperoleh informasi lowongan.
Banyak pula Gen Z yang meminta orang tua hadir bersama mereka dalam acara perekrutan atau job fair.
Sebanyak 77 persen Gen Z diketahui meminta pendampingan orang tua dalam wawancara online maupun langsung.
Lebih mengejutkan lagi, sepertiga responden mengaku orang tua mereka ikut berbicara dalam sesi wawancara.
Bahkan ada yang melaporkan orang tuanya turut membahas gaji maupun tunjangan dengan perusahaan.
Peran orang tua semakin dalam ketika lebih dari seperempat Gen Z melibatkan mereka dalam negosiasi kompensasi.
Selain itu, 75 persen menjadikan orang tua sebagai referensi profesional di dalam lamaran kerja.
Tak berhenti di situ, 63 persen meminta orang tua mendaftarkan lamaran atas nama mereka.
Lebih dari separuh bahkan melibatkan orang tua dalam pengiriman email kepada perekrut atau HRD.
Sebagian orang tua juga diketahui langsung menghubungi manajer perekrutan untuk anaknya.
Yang cukup ekstrem, hampir setengah responden menyatakan orang tua mereka ikut mengerjakan tes seleksi kerja.
Fenomena ini menggambarkan bahwa kesiapan Gen Z dalam dunia kerja kerap bergantung pada keterlibatan keluarga, terutama orang tua.(LR)