JagoSatu.com - Google mengambil langkah berani yang kontroversial untuk jajaran Pixel 10. Mereka resmi menghilangkan slot kartu SIM fisik di Amerika Serikat, mengikuti jejak Apple.
Perubahan ini hanya berlaku untuk pasar AS. Model Pixel 10, 10 Pro, dan 10 Pro XL hanya akan mendukung eSIM. Versi internasional untungnya masih aman.
Bagi para pelancong, ini adalah "langkah yang mengerikan", kata seorang komentator. Mereka tidak akan bisa lagi dengan mudah menggunakan kartu SIM lokal yang lebih murah.
Sebagai gantinya, Pixel 10 kini mendukung dua eSIM aktif secara bersamaan. Perangkat ini juga dapat menyimpan delapan atau lebih profil eSIM, meski ini tidak menggantikan slot fisik.
Saking kecewanya, seorang pengguna langsung membatalkan pra-pemesanannya. Ia mengaku "tidak bisa hidup tanpa slot pSIM," menunjukkan betapa pentingnya fitur ini bagi sebagian orang.
Dilansir oleh 9To5Google, Google sebenarnya telah mengembangkan alat transfer eSIM yang lebih baik. Namun, ini dianggap belum cukup untuk menggantikan kemudahan baki SIM fisik.
Di sisi lain, ada juga pengguna yang berpendapat sebaliknya. Ia mengaku lebih sering mengalami masalah dengan kartu SIM fisik yang rusak, sementara dengan eSIM tidak pernah.
"Menghilangkan pilihan selalu buruk," komentar seorang pengguna lain. Pernyataan ini ada benarnya. Membatasi pilihan pengguna bukanlah langkah yang berpihak pada konsumen, apapun alasannya.
Satu-satunya model yang selamat di AS adalah Pixel 10 Pro Fold. Ponsel lipat ini menjadi satu-satunya yang masih mempertahankan baki kartu SIM fisiknya.
Seorang pengguna bahkan bercanda, menyarankan orang untuk menyeberang ke Kanada atau Meksiko hanya untuk mendapatkan Pixel 10 dengan slot SIM. Solusi yang terdengar konyol.
Pengguna lain juga mengeluhkan bahwa pengalaman migrasi eSIM tidak pernah berjalan mulus. Ini menunjukkan bahwa teknologinya sendiri masih belum benar-benar sempurna untuk semua orang.
Langkah ini dinilai sebagai tamparan bagi basis penggemar setia Google di AS. Hal ini berpotensi mendorong mereka untuk beralih ke merek lain yang lebih fleksibel.
Banyak yang memprediksi pengguna akan pindah ke Samsung karena perubahan ini. Komentar di internet menunjukkan banyak yang lebih memilih menunggu penawaran Samsung daripada membeli Pixel.
"Mengapa semua orang harus meniru Apple," tanya seorang pengguna. Langkah ini dianggap sebagai kegagalan inovasi dan hanya upaya terang-terangan untuk mengikuti tren yang ada.
Pada akhirnya, ini adalah pertaruhan besar pada teknologi yang belum siap diadopsi semua orang. Bagaimana menurut kalian, apakah langkah Google ini terlalu dini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung