JagoSatu.com - Setelah meluapkan uneg-uneg nya di depan publik, Elon Musk kini resmi gugat Apple dan OpenAI! Kesepakatan keduanya dituding sebagai konspirasi ilegal "antimonopoli dan persaingan tidak sehat".
Dalam gugatan itu, Elon Musk menuduh Apple dan OpenAI berkolaborasi guna runtuhkan semua pesaing mereka di industri AI. Dimana tujuan mereka itu demi melindungi monopoli iPhone dan mengamankan dominasi OpenAI.
Dilansir oleh Ars Technica, Diduga Musk khawatir kerjasama ini akan menghancurkan impian "superapp" atau "aplikasi segalanya" miliknya. Namum, publik menilai alasan ini hanyalah delusi semata.
Gugatan itu juga mengklaim OpenAI mendapat akses eksklusif ke miliaran prompt dari pengguna iPhone. Buat perusahaan dibidang AI seperti OpenAI, ini pastinya tambang emas data untuk memperkuat 80% pangsa pasarnya.
Karena itu, kolaborasi ini mengakibatkan pesaing seperti Grok milik Musk diklaim tidak dapat berkembang dan berinovasi. Sekali lagi, publik justru menyebut gugatan ini "lucu" dan "di luar nalar".
Gugatan ini bahkan mengutip eksekutif Apple, Eddy Cue, yang khawatir AI dapat "menghancurkan bisnis ponsel pintar Apple", seperti dilansir oleh Ars Technica.
Sejauh ini, publik merespons gugatan ini dengan menjuluki Musk sebagai "bayi cengeng". Mereka juga soroti kemunafikannya, dimana Musk menuntut monopoli sambil mencoba membangun monopolinya sendiri.
Pihak X (dulu Twitter) menduga kesepakatan ini akan merugikan konsumen karena pilihan mereka jadi terbatas. Tetapi publik justru merespons dengan sarkasme, seolah tidak peduli jika X gagal akibat persaingan.
OpenAI membalas dengan menyebut gugatan ini sebagai "pola bullying berkelanjutan" dari Musk. Publik setuju dan malah menganggap drama ini sangat menghibur untuk ditonton.
Adapun juga X menuduh Apple sengaja memanipulasi peringkat App Store dan menunda pembaruan aplikasi Grok untuk membantu OpenAI. Publik justru mempertanyakan mengapa Apple mau menyetujui chatbot kontroversial itu.
Klaim liar lain Musk menduga OpenAI memberikan ChatGPT ke Apple secara gratis. Ini dilakukan demi mendapatkan akses eksklusif ke data pengguna yang sangat berharga.
Musk dilaporkan "benar-benar panik" dengan keunggulan OpenAI yang tak terkejar. Ia secara terbuka mengakui bahwa saat ini ia tidak dapat bersaing secara seimbang.
Walaupun begitu, publik mempertanyakan klaim "monopoli ponsel pintar Apple". Ini kemungkinan akan menjadi kelemahan besar gugatan ini sebab nyatanya Apple bukan produsen ponsel terbesar di dunia.
Di sisi lain, kualitas Grok juga dipertanyakan oleh banyak pihak. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai "produk AI komersial terbodoh", sebuah pukulan telak bagi Musk.
Publik kini hanya bisa menonton drama ini sambil berkata "biarkan mereka bertarung". Bagaimana pendapat kalian soal drama perseteruan raksasa teknologi ini? Apakah gugatan Musk ini masuk akal?
Editor : Toar Rotulung