Jagosatu.com - Taiwan kini semakin serius untuk menjadi salah satu pusat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Asia.
Pemerintah Taiwan melalui Kementerian Digital baru saja mengumumkan kerja sama besar dengan perusahaan global Qualcomm dan Microsoft.
Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan talenta AI agar anak muda Taiwan siap bersaing di era digital yang makin canggih.
AI atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang bisa membuat komputer belajar dan berpikir seperti manusia.
Menurut Taipei Times, program ini akan fokus pada pelatihan praktis agar peserta bisa langsung menerapkan AI di dunia nyata.
Qualcomm, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, dikenal sebagai raksasa di bidang chip dan komunikasi nirkabel.
Microsoft, yang sudah lebih dulu masuk ke pasar AI lewat produk seperti Copilot dan Azure AI, akan memberikan pengalaman dan dukungan teknis.
Baca Juga: Google Gemini di Galaxy Foldable dan Galaxy Watch8 Jadi Travel Companion Terbaik, Ini Buktinya!
Dilansir dari Taipei Times, kerja sama ini juga bertujuan memperkuat posisi Taiwan dalam rantai pasok teknologi global.
Taiwan selama ini sudah dikenal sebagai pusat produksi chip lewat perusahaan TSMC yang memasok dunia.
Dengan adanya pelatihan AI, Taiwan ingin agar tidak hanya dikenal sebagai produsen hardware tapi juga sebagai pusat inovasi software.
Program ini akan mencakup workshop, bootcamp, hingga kelas online yang bisa diakses oleh mahasiswa dan profesional muda.
Menurut laporan, target utama adalah membentuk ribuan tenaga ahli AI dalam lima tahun ke depan.
Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian antara kampus Taiwan dengan laboratorium riset Qualcomm dan Microsoft.
Bagi anak muda, peluang ini bisa menjadi jalan untuk mendapatkan karier internasional di bidang teknologi.
Selain itu, industri lokal Taiwan juga akan mendapatkan dorongan besar karena punya lebih banyak SDM dengan skill AI.
Teknologi AI sendiri saat ini digunakan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, transportasi, hingga hiburan digital.
Dengan talenta yang terlatih, Taiwan bisa bersaing dengan negara lain seperti Amerika, Jepang, dan Korea Selatan.
Pemerintah Taiwan percaya bahwa investasi pada SDM adalah kunci agar teknologi AI bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Jika program ini sukses, Taiwan bisa menjadi pusat riset dan pengembangan AI terbesar di Asia.
Kerja sama dengan Qualcomm dan Microsoft juga memberi Taiwan peluang untuk memperkuat diplomasi teknologi di dunia internasional.
(J)
Editor : ALengkong