Jagosatu.com-Akun Google yang diretas bisa menimbulkan kerugian besar bagi pemiliknya. Banyak data penting yang tersimpan di dalamnya sehingga rawan disalahgunakan.
Data pribadi seperti email, dokumen, hingga transaksi keuangan dapat dicuri atau dipakai untuk tujuan jahat. Hal ini bisa berakibat fatal, baik secara pribadi maupun finansial.
Peretas yang berhasil menguasai Gmail dapat mengirim pesan berbahaya ke orang lain. Anda mungkin tidak sadar bahwa akun sedang dipakai untuk menyebarkan phishing.
Google Drive yang berisi file penting juga rentan dibobol. Dokumen pribadi maupun pekerjaan bisa dicuri atau bahkan disebarkan tanpa izin.
Jika Google Pay terhubung dengan akun tersebut, risikonya semakin besar. Peretas dapat melakukan transaksi keuangan tanpa sepengetahuan pemilik akun.
Karena itu, langkah darurat harus segera dilakukan ketika akun diretas. Semakin cepat ditangani, semakin kecil potensi kerugian yang terjadi.
Langkah pertama yang penting adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah. Dengan cara ini, setiap upaya login memerlukan lapisan keamanan tambahan.
Fitur keamanan tambahan ini berupa kode verifikasi atau notifikasi Google Prompt. Hal ini membuat peretas sulit masuk meskipun mengetahui kata sandi.
Google juga telah menyediakan opsi passkey yang lebih aman dari kata sandi biasa. Dengan passkey, Anda tidak perlu lagi mengingat kombinasi rumit.
Pengaturan untuk menyalakan fitur ini bisa diakses melalui menu “Keamanan” di akun Google. Pastikan segera mengaktifkannya agar akses akun lebih terlindungi.
Selain itu, sangat penting untuk memeriksa apakah perangkat Anda terinfeksi malware. Malware bisa menjadi pintu masuk peretas untuk mengambil kendali akun.
Gunakan Google Security Checkup untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan pada perangkat Anda. Fitur ini membantu memberikan laporan keamanan secara cepat.
Jika ada ancaman yang terdeteksi, segera lakukan pembersihan. Instal antivirus terpercaya untuk menghapus malware dan mencegah serangan ulang.
Peretas biasanya tidak berhenti hanya di satu akun saja. Mereka sering mencoba menggunakan kata sandi yang sama untuk membobol layanan lain.
Karena itu, segera ganti kata sandi di semua akun penting Anda. Gunakan kombinasi yang kuat dan berbeda untuk setiap layanan.
Selain mengganti kata sandi, aktifkan juga verifikasi dua langkah di platform lain. Cara ini menambah perlindungan agar serangan sulit dilakukan.
Jika akun Google Anda terkait dengan rekening bank, segera hubungi pihak bank. Hal ini penting meski belum ada transaksi mencurigakan yang muncul.
Data sensitif yang tersimpan bisa dimanfaatkan untuk penipuan identitas. Pihak bank dapat membantu mengawasi aktivitas yang berpotensi berbahaya.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah memberi tahu kontak Anda. Hal ini mencegah orang lain menjadi korban phishing yang dikirim melalui akun Anda.
Dengan memberi peringatan, kontak Anda akan lebih waspada. Mereka tidak mudah tertipu jika menerima pesan atau tautan aneh dari akun Anda.(LR)
Editor : ALengkong