Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Belajar dari Kegagalan Facebook, Bisakah Musk Wujudkan Telepati?

Toar Rotulung • 2025-09-10 01:00:00
Ilustrasi Elon Musk dan Neuron Otak
Ilustrasi Elon Musk dan Neuron Otak

JagoSatu.com - Elon Musk kembali dengan janji fantastisnya: masa depan "telepati" melalui implan otak. Sebuah klaim ambisius yang terdengar seperti datang langsung dari cerita fiksi ilmiah.

Ia memprediksi hanya dalam 8 hingga 10 tahun, orang sehat akan mulai menggunakan implan otak. Sebuah target waktu yang oleh banyak pihak dianggap sangat optimistis dan sulit dipercaya.

Namun, sebuah artikel dari MIT Technology Review mengingatkan publik agar tidak langsung percaya. Klaim Musk ini dinilai kurang berdasar dan cenderung terlalu berlebihan pada tahap ini.

Salah satu kritik utamanya adalah kurangnya detail teknis dari Musk tentang bagaimana target tersebut akan tercapai. Hal ini membuat klaimnya sulit untuk diverifikasi secara ilmiah.

Ini mengingatkan pada janji Facebook beberapa tahun lalu soal "telepati" menggunakan sebuah perangkat. Proyek ambisius tersebut pada akhirnya tidak berjalan sesuai dengan rencana awal mereka.

Dikutip dari MIT Technology Review, proyek Facebook itu menargetkan kecepatan mengetik via pikiran hingga 100 kata per menit. Sebuah janji yang pada saat itu sangat sulit dicapai.

Padahal kenyataannya, rekor teknologi saat ini untuk mengetik dengan otak hanya sekitar 8 kata per menit, dan itu pun memerlukan operasi. Kesenjangan ini menunjukkan seberapa jauh teknologi sebenarnya.

Belum lagi isu risiko medisnya. Memasang implan pada otak orang sehat memiliki potensi konsekuensi yang sangat serius dan rumit, menjadikannya sebuah hambatan etis yang besar.

Dilaporkan oleh MIT Technology Review, sebuah perusahaan bahkan membutuhkan waktu 16 tahun hanya untuk mendapatkan persetujuan medis atas implannya. Ini menunjukkan realitas industri perangkat medis.

Teknologi antarmuka otak-komputer (BCI) memang sudah ada. Namun, level kemampuannya saat ini masih sangat jauh dari konsep "telepati" instan seperti yang dibayangkan oleh Musk.

Meski begitu, para ilmuwan melihat potensi. Mereka menyebutkan bahwa sinyal otak parsial yang ditangkap oleh implan suatu saat nanti bisa diolah menjadi sinyal yang lebih lengkap.

Dikutip dari MIT Technology Review, seorang ahli saraf justru menyambut baik perhatian dari Musk. Ini menunjukkan bahwa kurangnya pendanaan untuk riset di bidang ini adalah masalah nyata.

Musk memang dikenal memiliki ambisi besar untuk memecahkan masalah yang dianggap terlalu rumit. Sebuah pendekatan berisiko tinggi yang pernah berhasil untuknya di beberapa proyek masa lalu.

Namun, langkah paling logis saat ini adalah fokus pada aplikasi medis. Misalnya, untuk membantu pasien dengan kelumpuhan atau gangguan neurologis agar dapat berkomunikasi kembali.

Jadi, janji "telepati" dalam waktu dekat sepertinya masih jauh dari kenyataan. Nah, apakah kalian percaya dengan klaim ambisius Elon Musk ini? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#telepati #ambisius #klaim #fiksi ilmiah #Implan Otak #Cerita #Elon Musk #masa depan