Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Era Gelembung AI: Siapa yang Akan Jadi Google Selanjutnya Menurut CEO Sierra?

ALengkong • 2025-09-15 18:49:30

Bret Taylor memetakan masa depan AI dan menanyakan siapa yang akan jadi Google berikutnya
Bret Taylor memetakan masa depan AI dan menanyakan siapa yang akan jadi Google berikutnya

Jagosatu.com - Bret Taylor, CEO Sierra dan Ketua Dewan OpenAI, mengatakan bahwa industri AI saat ini sedang berada dalam gelembung seperti era dot‑com, namun dia percaya beberapa perusahaan akan muncul sebagai pemenang besar.

Taylor menjelaskan bahwa meskipun banyak startup AI terlalu dilebih‑lebihkan hype‑nya, inti teknologi AI memiliki potensi jangka panjang yang nyata yang bisa merombak cara kerja bisnis dan masyarakat.

Menurut Taylor, ada bahaya nyata bagi investor karena banyak perusahaan AI yang belum punya model bisnis yang kuat sehingga bisa saja kehilangan banyak uang.

Taylor membandingkan situasi saat ini dengan dot‑com bubble akhir tahun 1990‐an, ketika banyak perusahaan internet gagal tetapi beberapa seperti Amazon dan Google berhasil mentransformasi ekonomi global.

Ia mengatakan bahwa “semua orang di tahun 1999 sedikit benar” karena meski banyak yang kolaps, teknologi dasar internet tetap menjadi landasan dari banyak perusahaan besar sekarang.

Taylor menyebut bahwa banyak startup AI sekarang lebih fokus pada demo dan janji besar daripada hasil nyata atau outcome bisnis yang bisa diukur.

Sierra sendiri ingin menjadi salah satu yang fokus mengubah customer support dengan agen AI yang bisa menyelesaikan tugas secara otomatis tanpa perlu manusia terlibat di setiap langkah.

Contohnya disebutkan bahwa ada retailer yang memakai agen AI untuk klaim garansi barang rusak secara otomatis mulai dari pengenalan gambar sampai pengiriman barang pengganti.

Baca Juga: OpenAI Siap IPO? Microsoft Restui Langkah Radikal Sam Altman!

Taylor juga bicara tentang autonomous AI agents (agen AI otomatis) yang menangani tugas dari awal hingga akhir, seperti refinancing rumah dan klaim garansi, tanpa masuknya manusia dalam proses tersebut.

Ia menegaskan bahwa walau infrastruktur AI seperti model bahasa besar (large language models / LLM) jadi semakin penting, bukan semua komponen AI akan sama cocok untuk setiap tugas: kecepatan (latency), biaya, dan kualitas menjadi faktor penting.

Taylor optimis bahwa beberapa startup yang sekarang mungkin tampak kecil akan jadi raksasa berikutnya jika mereka fokus pada solusi nyata dan kebutuhan pengguna yang jelas.

Dia menyebut ChatGPT sebagai contoh perusahaan yang sudah menunjukkan nilai nyata dan adopsi cepat dalam masyarakat.

Taylor memperingatkan bahwa banyak startup lain bisa jadi “snake oil” — istilah bagi produk yang dipromosikan secara berlebihan tapi tidak punya substansi yang kuat.

Namun dia yakin bahwa meskipun banyak kegagalan yang terjadi, keseluruhan euforia AI ini bisa menghasilkan transformasi besar seperti internet dulu.

Taylor mengatakan bahwa banyak investor sekarang terlalu bersemangat pada ide kecil saja, seringkali hanya tiga orang dengan ide, yang langsung dapat pendanaan besar tanpa bukti nyata.

Menurutnya, perusahaan yang akan bertahan adalah yang bisa menggabungkan kemampuan teknis dengan bisnis model yang nyata, yang fokus ke hasil nyata, bukan hanya teknologi keren.

Taylor juga membahas bahwa pasar software enterprise akan berubah: agen AI (AI agents) akan jadi frontier berikutnya, bukan hanya software sebagai layanan (Software as a Service / SaaS) tradisional.

Dia berkata bahwa masa depan AI bukan hanya soal membuat model lebih pintar, tapi juga membuat model yang bisa dijadikan infrastruktur komputasi — cepat, murah, bisa diandalkan.

Taylor mengakui bahwa definisi AGI (Artificial General Intelligence) masih diperdebatkan, tapi dia merasa kita sudah melewati sebagian definisi lama karena model‑model AI sekarang sudah sangat mampu di domain digital ide.

Taylor menyebut bahwa banyak keuntungan ekonomi akan muncul dari AI, tapi juga bahwa banyak orang dan perusahaan akan “terbakar” dalam gelembung ini, seperti yang terjadi di era dot‑com.

Dia menekankan bahwa investor harus selektif melihat startup mana yang punya diferensiasi nyata dan kemampuan untuk berinovasi sambil tetap mengelola risiko.

Dengan demikian, perusahaan seperti Google bisa muncul dari startup AI yang sekarang fokus ke hasil nyata, mengatasi masalah pengguna, dan membangun infrastruktur yang dapat diandalkan oleh banyak pihak.
(KT)

Editor : ALengkong
#dotcom era #AI #inovasi bisnis #gelembung AI #Bret Taylor #Startup Teknologi