Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mengulas Peluang Industri Podcast di Radiodays Asia 2025

Amelia Beatrix • 2025-09-16 13:46:36

Podcast Day Asia 2025
Podcast Day Asia 2025
Jagosatu.com – Industri podcast di Indonesia memasuki fase baru dengan meningkatnya minat audiens pada format video. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam sesi Podcast Day Asia di ajang Radiodays Asia 2025, yang digelar di Jakarta pada 3 September lalu.

Hasil riset terbaru Populix mengungkapkan bahwa masyarakat kini lebih menyukai video podcast dibandingkan audio saja. Jika dibandingkan dengan data 2023, penikmat podcast audio murni bahkan turun lebih dari separuh.

“Dua dari tiga penikmat video podcast menonton hingga selesai. Sebagian lainnya hanya menonton bila tertarik dengan bintang tamu,” jelas Indah Tanip, VP of Research Populix.

Temuan tersebut membuka peluang monetisasi yang lebih luas bagi kreator. Ron Baetiong, Founder & CEO Podcast Network Asia, menilai visualisasi memperkaya pengalaman audiens sekaligus menambah opsi bisnis.

“Kini kreator tak hanya mengandalkan adlibs. Mereka bisa menampilkan produk, melakukan product placement, hingga memanfaatkan komisi affiliate lewat tautan di video,” ungkap Ron.

Selain itu, tren berlangganan konten berbayar dan donasi sukarela dari pendengar juga kian meningkat.

Dari perspektif global, James Cridland, Editor Podnews dan Radio Futurologist, menegaskan bahwa iklan podcast kian dilirik merek besar. Data Magellan AI menunjukkan belanja iklan podcast naik 28% pada paruh pertama 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Namun, James mengingatkan risiko penurunan kualitas konten akibat dominasi iklan. Ia menyarankan skema langganan sebagai model monetisasi yang lebih berkelanjutan.

“Ownership dan kualitas harus tetap dijaga. Pada akhirnya, pendengarlah yang menentukan keberlangsungan podcast,” ujarnya.

Diskusi juga menyinggung perbedaan preferensi antar generasi. Generasi milenial cenderung menyukai topik berat seperti politik, berita, dan motivasi. Sementara Gen Z lebih memilih hiburan ringan berdurasi singkat, seperti komedi.

Indah Tanip menekankan pentingnya strategi berbeda untuk menjangkau tiap segmen audiens.

“Harapannya, temuan Populix ini bisa mendukung perkembangan industri hiburan audio, sekaligus menginspirasi para pencerita di Indonesia untuk mengembangkan potensinya melalui podcast,” tutupnya.

Studi Populix berjudul “How People Enjoy Podcasts in Daily Life” dilakukan Juni 2025 dengan melibatkan 1.100 responden generasi milenial dan Gen Z dari seluruh Indonesia. Responden mayoritas adalah pekerja kelas menengah ke atas dan tinggal di Pulau Jawa.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Podcast #Era Digital #konten