Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Perang OS Dimulai! Google & Qualcomm Bersatu Lawan Dominasi Microsoft

Toar Rotulung • 2025-09-25 10:04:31
Ilustrasi Laptop dengan Logo Mirip Google dan Qualcomm
Ilustrasi Laptop dengan Logo Mirip Google dan Qualcomm

JagoSatu.com - Google dan Qualcomm bikin gebrakan besar dengan menggabungkan ChromeOS dan Android. Ini adalah langkah super strategis untuk menciptakan OS laptop baru yang siap menantang Windows dan macOS.

Ini bukan cuma update biasa, tapi perombakan total dari pondasinya. Tujuannya adalah memanfaatkan ekosistem Android dan kekuatan AI untuk benar-benar menggebrak pasar PC.

Dilansir oleh Qualcomm, CEO Cristiano Amon mengonfirmasi rumor ini. Ia menyebut versi awalnya "luar biasa" dan mewujudkan visi konvergensi mobile dan PC. Ini sinyal keseriusan tingkat dewa.

OS baru ini akan dibangun di atas dasar Android, memungkinkan integrasi aplikasi yang sesungguhnya. Artinya, nggak ada lagi aplikasi Android yang jalan lemot di mesin virtual.

Tujuannya adalah membawa seluruh kekuatan AI Android, termasuk Gemini dan Google Assistant, ke laptop. Ini akan menciptakan pengalaman komputasi yang lebih cerdas dan personal bagi pengguna.

Dilansir oleh Google, Sameer Samat menjelaskan bahwa mereka pada dasarnya membangun ulang teknologi ChromeOS di atas Android. Sebuah langkah yang dianggap paling masuk akal bagi mereka.

Tentu saja, tantangannya nggak main-main. OS baru ini harus terasa natural di desktop, bukan sekadar 'ponsel yang diperbesar' seperti kegagalan Microsoft dengan Windows 8.

PR besar lainnya adalah soal 'kesenjangan aplikasi'. Google harus bisa meyakinkan para developer untuk membuat aplikasi berkualitas tinggi yang dioptimalkan untuk layar lebar di platform baru ini.

Perangkat-perangkat baru ini akan ditenagai oleh chip PC berbasis ARM dari Qualcomm. Ini jadi pertaruhan besar, sekaligus bukti kepercayaan pada arsitektur ARM untuk menantang dominasi x86.

Analis memproyeksikan PC berbasis ARM bisa menguasai 25% pasar pada 2027. Jika OS baru dari Google ini sukses, angka tersebut bisa tercapai jauh lebih cepat.

Bagi raksasa x86 seperti Intel dan AMD, persaingan bakal makin panas. Mereka kemungkinan akan fokus pada gaming dan performa untuk bersaing, sambil terus meningkatkan efisiensi.

Bagi Microsoft, ini adalah ancaman serius terhadap dominasi Windows yang menguasai hampir 80% pasar. Tentu saja, Microsoft tidak akan tinggal diam melihat kue pasarnya digerogoti.

Dikutip dari Qualcomm, Microsoft bakal mempertahankan dominasinya lewat layanan andalan seperti Microsoft 365 dan Azure, yang sudah mengakar kuat di dunia bisnis dan korporat.

Beberapa bulan ke depan bakal jadi momen krusial. Peluncuran perangkat keras premium pertama dengan brand "Pixel" akan jadi penentu standar dan kunci kesuksesan OS baru ini.

Pada akhirnya, nasib OS ini bergantung pada dukungan developer. Tanpa ekosistem aplikasi yang kuat, ia bisa saja hanya jadi proyek gagal dalam sejarah. Nah, mampukah Google kali ini? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Google #ChromeOS #android #menantang #Windows #laptop #os #Baru #strategis #gebrakan #MacOS #qualcomm