Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Gawat! Waktu untuk Mengatur AI Hampir Habis, Ini Peringatan Keras PBB

Toar Rotulung • 2025-09-25 10:06:47
Logo PBB di Bendera
Logo PBB di Bendera

JagoSatu.com - Sekjen PBB, António Guterres, baru-baru ini kasih peringatan keras soal bahaya AI. Kalau PBB sudah turun tangan begini, artinya ini adalah isu global yang sangat serius.

Guterres menegaskan, nasib manusia jangan sampai diserahkan pada algoritma. Ia mendesak adanya larangan resmi untuk "robot pembunuh otonom" (LAWS) dan memastikan keputusan soal nuklir tetap di tangan manusia.

Dilansir dari PBB, AI itu seperti dua sisi mata pisau. Bisa dipakai buat kebaikan seperti membersihkan ranjau, tapi juga bisa jadi senjata siber berbahaya yang merusak infrastruktur.

Untuk mengatasi masalah ini sebelum terlambat, Sekjen PBB menguraikan empat prioritas utama bagi pemerintah. Salah satunya adalah mempertahankan kendali manusia atas penggunaan kekuatan militer.

Ia juga menyerukan adanya aturan main global yang jelas. Penggunaan AI untuk militer harus punya aturan hukum yang tegas, meski menegakkannya secara global akan menjadi tantangan besar.

Dikutip dari PBB, Guterres juga menyoroti bahaya "deepfake" dan disinformasi AI yang bisa mengacaukan pemilu. Integritas informasi harus dilindungi dari penipuan semacam ini.

Prioritas terakhir adalah menjembatani jurang pemisah AI antar negara. Guterres menekankan bahwa semua negara harus punya suara yang sama dalam membentuk masa depan teknologi ini.

Yejin Choi dari Universitas Stanford juga ikut bicara. Ia khawatir kemajuan AI saat ini terlalu dikuasai oleh segelintir perusahaan dan negara saja, menciptakan ketidakseimbangan kekuatan.

Dilaporkan oleh PBB, Choi juga mendesak agar model AI lebih beragam secara bahasa dan budaya. Ia mencatat bahwa model saat ini sangat Inggris-sentris dan kurang optimal untuk bahasa lain.

Ia mendorong pemerintah untuk berinvestasi pada sistem AI yang lebih kecil dan adaptif. Tujuannya agar teknologi ini lebih terbuka dan mudah diakses oleh lebih banyak pihak.

Guterres menutup pidatonya dengan peringatan keras. Ia mengatakan bahwa "jendela untuk membentuk AI—demi perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan—sedang tertutup." Waktu untuk bertindak adalah sekarang.

Dikutip dari PBB, ia membandingkannya dengan tantangan masa lalu seperti pengendalian senjata nuklir. Komunitas internasional dulu berhasil mengaturnya, memberikan harapan hal yang sama bisa dilakukan untuk AI.

Selain itu, PBB juga membentuk Dialog Global tahunan baru tentang Tata Kelola AI. Forum ini akan menjadi tempat penting bagi negara-negara untuk membahas detail aturannya.

PBB sendiri sudah mulai bergerak. Mereka telah membentuk Panel Ilmiah Internasional Independen tentang AI untuk mendapatkan masukan dari para ahli terbaik di bidangnya.

Intinya, pesannya jelas: AI adalah alat super canggih yang butuh kerja sama dan aturan main global. Nah, menurut kalian, apakah regulasi global untuk AI ini benar-benar bisa terwujud? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Antonio Guterres #global #AI #bahaya #peringatan #sekjen #isu #serius #PBB