Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Penelitian Baru Ungkap AI Bisa Deteksi Alzheimer Lewat MRI dengan Akurasi Hampir Sempurna!

ALengkong • 2025-09-26 05:00:00

Photo
Photo

Jagosatu.com - Peneliti dari Universitas Klabat mengembangkan sistem kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit Alzheimer menggunakan citra MRI.

Alzheimer adalah penyakit yang menyerang otak dan sering membuat orang kehilangan ingatan serta kemampuan berpikir.

Menurut Alzheimer’s Disease International, Indonesia memiliki sekitar 1,2 juta penderita demensia pada tahun 2016.

Angka ini diprediksi naik menjadi 2 juta kasus pada 2030 dan 4 juta kasus pada 2050.

Penelitian ini menggunakan teknik transfer learning, yaitu metode AI yang memanfaatkan pengetahuan dari data besar untuk melatih model baru dengan data lebih kecil.

Dataset MRI yang dipakai berasal dari Kaggle, berisi lebih dari 5.200 gambar otak dengan empat kategori tingkat demensia.

Baca Juga: Inilah Cara Google Menyulap Data Dunia Nyata Jadi Bahan Bakar AI Anda!

Empat kategori tersebut adalah Non-Demented (tidak demensia), Very Mild Demented (sangat ringan), Mild Demented (ringan), dan Moderate Demented (sedang).

Para peneliti mencoba enam model populer yaitu VGG16, VGG19, EfficientNetB1, B3, B5, dan B7.

Hasilnya, model EfficientNetB5 keluar sebagai juara dengan akurasi mencapai 99,22%.

Sebagai perbandingan, model VGG16 hanya mencapai akurasi 76,41%, dan VGG19 sekitar 80,78%.

Artinya, teknologi EfficientNet terbukti lebih unggul dibanding VGGNet dalam mendeteksi Alzheimer lewat MRI.

Proses evaluasi dilakukan dengan metode confusion matrix untuk menghitung akurasi, presisi, recall, dan F1-score.

Peneliti juga melakukan data augmentasi, yaitu memperbanyak variasi gambar dengan rotasi, pencahayaan, hingga zoom.

Cara ini membantu model AI agar tidak “tertipu” oleh data yang terlalu mirip satu sama lain.

Selain membuat model, tim juga membangun web sederhana yang bisa mengklasifikasikan hasil MRI.

Pengguna cukup mengunggah gambar MRI otak, lalu sistem akan menunjukkan apakah ada tanda Alzheimer serta tingkatannya.

Penelitian ini menegaskan bahwa AI berbasis deep learning bisa jadi solusi masa depan untuk membantu dokter dalam diagnosis dini.

Menurut studi serupa, teknologi lain seperti AlexNet dan Inception juga berhasil mendeteksi Alzheimer dengan akurasi 92%–96%.

Namun penelitian Universitas Klabat berhasil melampaui akurasi tersebut dengan pendekatan yang lebih optimal.

Dengan teknologi ini, diharapkan proses deteksi Alzheimer bisa lebih cepat, akurat, dan terjangkau bagi masyarakat luas.

(J)

Editor : ALengkong
#Kecerdasan Buatan #Deep Learning #MRI #Alzheimer