JagoSatu.com - Qualcomm bikin gebrakan lewat chip Snapdragon X2 Elite terbarunya. Mereka pakai pendingin solid-state AirJet dari Frore Systems. Ini keren banget dan menunjukkan Qualcomm percaya banget sama teknologi ini.
Cara kerjanya unik, bukan pakai kipas biasa. Teknologi ini menggerakkan udara pakai membran getar untuk mendinginkan komponen. Ini bisa jadi game-changer untuk laptop super tipis dan kencang.
Dilansir oleh PCWorld, langkah Qualcomm ini adalah sinyal kuat bagi industri. Dipakainya AirJet di desain referensi sekelas Snapdragon jelas jadi kemenangan besar bagi Frore Systems sebagai pengembangnya.
Kelebihan utama AirJet jelas ukurannya. Versi Mini Slim-nya cuma setebal 2,5 mm dan berat 8 gram. Tipis dan enteng banget untuk sebuah sistem pendingin aktif!
Nggak cuma dingin, AirJet juga punya fitur pembersih debu otomatis. Jadi performanya nggak bakal turun karena kotoran menumpuk. Detail kayak gini yang bikin keren!
Dikutip dari PCWorld, chip baru ini super kencang. Varian X2 Elite Extreme bahkan mampu tembus kecepatan 5 GHz, pertama untuk chip ARM di PC. Kencang banget untuk chip hemat daya!
Hebatnya lagi, desain referensi dari Qualcomm ini sama sekali tidak pakai kipas sistem. Pendinginnya murni cuma ngandelin AirJet. Ini bukti kalau teknologinya memang efisien banget.
Tapi, ada satu masalah besar: harga. Dilaporkan oleh PCWorld, spekulasi dari pengguna Reddit menyebut AirJet bisa jauh lebih mahal dari kipas biasa. Ini bisa jadi penghalang utama.
Kalau kemahalan, AirJet mungkin cuma bakal ada di laptop sultan. Mayoritas produsen bisa jadi tetap memilih kipas konvensional karena pertimbangan biaya produksi.
Meski begitu, AirJet belum benar-benar populer di PC. Nah, kolaborasi dengan Qualcomm ini bisa jadi titik baliknya dan membuat teknologi ini lebih dikenal luas di masa depan.
Tapi gimana kalau performanya memang sebanding harganya? Slogan seperti "Performa Kencang, Sunyi Senyap" bisa jadi daya tarik utama yang membuat orang rela bayar lebih mahal.
Dilansir oleh PCWorld, Frore Systems mengklaim teknologinya bisa meningkatkan performa laptop 50% hingga 100%. Ini karena AirJet mencegah laptop jadi lemot karena panas (throttling).
Kalau sukses di laptop, teknologi ini bisa merambah ke perangkat lain. Bayangkan saja handheld gaming, smartphone, atau PC mini yang kencang tapi tetap adem tanpa kipas.
Ini bisa memulai era baru laptop kencang yang adem dan sunyi senyap. Gak ada lagi suara kipas berisik yang mengganggu saat kita sedang fokus bekerja atau bermain game.
Langkah Qualcomm ini adalah sinyal positif yang kuat bagi para produsen PC. Menurut kalian, teknologi pendingin tanpa kipas ini bakal jadi masa depan laptop nggak? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung