Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mantan Peneliti OpenAI & DeepMind Bikin AI yang Bisa ‘Menemukan’ Ilmu Sendiri — Digarap dengan Dana Rp 5 Triliun!

ALengkong • 2025-10-01 10:18:03

Eks Peneliti OpenAI dan DeepMind Kembangkan AI Peneliti Otomatis dengan Modal Rp 5 Triliun!
Eks Peneliti OpenAI dan DeepMind Kembangkan AI Peneliti Otomatis dengan Modal Rp 5 Triliun!

Jagosatu.com - startup bernama Periodic Labs baru saja muncul ke publik dan langsung bikin heboh karena dapat suntikan dana segar sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 5 triliun.

Menurut TechCrunch – dana ini tergolong luar biasa besar karena diberikan pada tahap seed, yaitu tahap awal pengembangan startup.

Pendanaan fantastis ini datang dari nama-nama besar seperti Andreessen Horowitz, Nvidia, Accel, DST Global, Jeff Dean, Eric Schmidt, hingga Jeff Bezos.

Periodic Labs didirikan oleh mantan peneliti top dari OpenAI dan DeepMind, dua perusahaan AI paling berpengaruh di dunia saat ini.

Dilansir dari TechCrunch – Periodic Labs ingin membuat AI scientist, yaitu sistem kecerdasan buatan yang bisa melakukan penelitian dan eksperimen ilmiah secara otomatis.

AI ini akan merancang eksperimen, mengarahkan robot untuk menjalankan eksperimen di laboratorium, lalu menganalisis data dan memperbaiki eksperimen selanjutnya.

Menurut Implicator.ai – sistem yang dibuat bersifat loop tertutup, artinya AI terus belajar dari hasil eksperimen dan menyempurnakan prosesnya secara mandiri.

Tujuan awal mereka cukup ambisius: menemukan superkonduktor generasi baru yang bisa bekerja di suhu lebih tinggi dan konsumsi energi lebih rendah.

Baca Juga: Nvidia Dorong Sovereign AI: Jensen Huang Ingin Setiap Negara Punya AI Sendiri

Superkonduktor sendiri adalah material yang bisa menghantarkan listrik tanpa hambatan sama sekali, tapi biasanya hanya bisa bekerja di suhu sangat dingin.

Kalau berhasil ditemukan, superkonduktor ini bisa jadi lompatan besar untuk dunia energi, transportasi, bahkan komputer kuantum.

Salah satu pendiri Periodic Labs, Ekin Doğuş Çubuk, sebelumnya memimpin tim material dan kimia di Google Brain dan DeepMind.

Dilansir dari TechCrunch – ia dikenal lewat proyek GNoME, AI yang memprediksi lebih dari dua juta struktur kristal baru hanya dalam waktu singkat.

Rekan pendirinya, Liam Fedus, adalah mantan VP Research di OpenAI dan punya pengalaman mendalam dalam pengembangan model AI skala besar.

Menurut Implicator.ai – ide dasarnya adalah menggantikan metode tradisional “coba-coba” dalam penelitian dengan pendekatan AI yang sistematis dan super cepat.

Namun tantangannya juga besar: eksperimen fisik tetap memerlukan alat, robot, dan instrumen yang mahal dan rumit untuk dikendalikan.

AI yang mereka bangun harus mampu bekerja dengan robot sungguhan, bukan hanya simulasi, dan tetap menjaga akurasi hasil eksperimen.

Periodic Labs juga harus membuktikan bahwa sistemnya tidak hanya bekerja di lab pribadi, tapi juga bisa divalidasi oleh komunitas ilmiah global.

Menurut TechCrunch – model bisnis berbasis AI ilmiah ini mulai ramai dikembangkan karena dianggap bisa mempercepat penemuan obat, baterai, dan bahan baru.

Pendekatan seperti ini juga berpotensi mengurangi biaya dan waktu penelitian yang biasanya bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Kalau mereka sukses, bukan nggak mungkin dunia sains ke depan dipimpin bukan oleh manusia di lab, tapi robot cerdas yang bekerja tanpa henti.

Tapi apakah manusia siap hidup di dunia di mana sains pun bisa diotomatisasi? (KT)

Editor : ALengkong
#AI #robotika #penelitian otomatis #Startup Teknologi #material baru #pendanaan teknologi