JagoSatu.com - Siap-siap, harga memori dan SSD bakal meroket gila-gilaan! Para analis memprediksi kelangkaan DRAM dan NAND bisa berlangsung satu dekade. Kabar buruk banget buat kamu yang mau rakit PC atau sekadar upgrade.
Penyebab utamanya? Server-server AI yang rakus banget sama memori dan storage. Mereka seolah menyedot semua kapasitas produksi dunia, membuat komponen jadi langka dan mahal untuk kita semua.
Padahal, baru kemarin rasanya harga SSD murah banget. Dilansir oleh Tom's Hardware, harga SSD sempat anjlok ke titik terendah di tahun 2023, disusul oleh DRAM. Masa-masa indah yang sekarang cuma tinggal kenangan, ya?
Tapi sekarang, situasinya berbalik 180 derajat. Harga NAND dan DRAM sudah mulai naik drastis. Kalau kamu masih berharap ada diskon buat SSD NVMe incaranmu, jangan harap bisa dapat diskon lagi, deh.
Ini bukan siklus pasar biasa. Permintaan gila-gilaan dari industri AI dan perusahaan teknologi raksasa jadi biang kerok utamanya. Kelangkaan pasokan ini menghantam semua lini industri komponen.
Dilansir oleh Tom's Hardware, setelah produsen memangkas produksi, harga NAND naik lebih dari 100% hanya dalam enam bulan. Efeknya langsung terasa pada harga SSD seperti Samsung 990 Pro yang ikut melambung.
RAM DDR4 juga kena imbasnya, dengan potensi kenaikan harga hingga 43% pada tahun 2025. Bahkan harga GDDR6 untuk kartu grafis juga ikut naik. Ucapkan selamat tinggal pada era RAM kencang harga miring.
Jangan kira hard disk aman. Western Digital sudah menaikkan harga HDD karena pasokan yang terbatas, terutama untuk HDD kelas data center. Pokoknya, semua komponen penyimpanan jadi mahal!
Dikutip dari Tom's Hardware, CEO Phison Electronics kasih prediksi suram: pasokan bakal seret selama "sepuluh tahun ke depan." Ia menyalahkan produsen yang lebih fokus membuat memori HBM yang lebih menguntungkan.
Para raksasa teknologi kini memborong pasokan NAND dan HBM jauh-jauh hari. Produksi HBM Micron hingga 2026 bahkan sudah ludes terjual, dan cuma menyisakan remah-remah buat kita, para konsumen biasa.
Bahkan sekelas Raspberry Pi saja terpaksa menaikkan harga produknya hingga $10 karena biaya memori yang membengkak. Ini jadi bukti kalau situasinya sudah separah itu.
Sebagai gambaran, proyek "Stargate" dari OpenAI dikabarkan telah memborong hingga 40% total produksi DRAM global, seperti dilansir Tom's Hardware. Angka ini menunjukkan betapa masifnya kebutuhan industri AI.
Para produsen pun jadi serba salah. Mereka trauma dengan kerugian besar di masa lalu dan memilih bermain aman dengan tidak terburu-buru membangun pabrik baru, yang akhirnya membuat pasokan tetap terbatas.
Masalah geopolitik juga bikin masalah makin runyam. Perang dagang antara AS dan Tiongkok serta pembatasan ekspor bahan baku ikut berkontribusi membuat harga komponen jadi semakin tidak menentu.
Era upgrade PC murah meriah sepertinya sudah berakhir untuk sementara. Jadi, kalau kamu lihat ada penawaran bagus untuk SSD atau RAM, saran kami: mending sikat sekarang juga! Gimana menurut kalian, siap hadapi era PC mahal ini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung