Jagosatu.com -Merokok sudah lama dikenal sebagai kebiasaan yang berbahaya bagi tubuh.
Namun, tahukah kamu kalau merokok juga bisa memperburuk kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes melitus?
Sebuah penelitian dari Universitas Klabat menemukan hubungan antara kebiasaan merokok dan peningkatan kadar gula darah.
Penelitian ini dilakukan di Desa Rerer Raya, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dengan 84 responden penderita diabetes.
Dari hasil penelitian, sebanyak 60,7% responden diketahui masih merokok, sementara 79,8% di antaranya memiliki kadar gula darah tinggi.
Data ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok berpengaruh terhadap kondisi kadar gula darah penderita diabetes.
Hasil analisis juga memperlihatkan nilai p=0,023 dengan keeratan hubungan 0,288, yang berarti ada hubungan nyata, meski tidak terlalu kuat.
Artinya, semakin sering seseorang merokok, semakin tinggi risiko kadar gula darahnya menjadi tidak stabil.
Menurut para peneliti, kandungan nikotin dalam rokok dapat mengganggu kerja insulin dalam tubuh.
Insulin adalah hormon yang berfungsi mengatur kadar gula darah agar tetap normal.
Jika insulin terganggu, tubuh sulit mengontrol kadar gula, sehingga gula darah bisa meningkat drastis.
Selain itu, merokok juga bisa menimbulkan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi radikal bebas berlebihan.
Radikal bebas ini dapat merusak sel-sel pankreas yang bertugas memproduksi insulin.
Akibatnya, produksi insulin menurun dan kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari normal.
Dalam jangka panjang, kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko komplikasi pada penderita diabetes.
Beberapa komplikasi tersebut antara lain kerusakan saraf, gangguan jantung, dan luka yang sulit sembuh.
Penelitian ini menjadi peringatan penting bagi penderita diabetes agar lebih memperhatikan gaya hidup.
Mengurangi atau berhenti merokok bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan menjaga fungsi organ tubuh tetap sehat.
Selain itu, disarankan untuk rutin memeriksa kadar gula darah dan menerapkan pola makan sehat.
Langkah kecil seperti berolahraga, makan teratur, dan menghindari stres juga berperan besar dalam menjaga kestabilan gula darah.
Merokok mungkin terasa sulit dihentikan, tapi efek jangka panjangnya sangat merugikan tubuh.
Kesehatan tidak hanya tentang menghindari penyakit, tapi juga tentang menjaga keseimbangan dalam hidup.
Dengan menghindari rokok, tubuh akan memiliki kesempatan lebih baik untuk pulih dan berfungsi normal.
(ed)
Editor : Priska Watung