JagoSatu.com - ROG Ally X punya hardware gahar, tapi sayangnya Windows jadi biang kerok yang menahan potensi konsol tersebut. Masalah klasik yang dialami hampir semua konsol handheld Windows lainnya.
Microsoft sudah berusaha, tapi sistemnya masih dijejali aplikasi nggak penting kayak Microsoft Teams. Serius, Teams di konsol gaming? Ampun deh, Microsoft!
Pengguna pun bertanya, kenapa nggak ganti OS saja? Dilansir oleh Windows Central, muncullah Bazzite, sebuah distro Linux mirip SteamOS. Komunitas Linux memang selalu jadi pahlawan.
Dua YouTuber, ETA Prime dan Cyber Dopamine, langsung menjajal Bazzite. Hasilnya? Kemenangan telak untuk Linux yang bikin performa Windows di Ally X jadi terlihat memalukan.
Begitu di-install, Bazzite langsung terasa mulus. Tampilannya nyaman buat controller dan benar-benar terasa dirancang khusus untuk gaming, bukan OS desktop yang dipaksakan.
Dikutip dari Windows Central, pengujian Cyber Dopamine menunjukkan lonjakan FPS gila! Kingdom Come Deliverance 2 tembus 62 FPS di Bazzite, jauh meninggalkan Windows yang hanya 47 FPS.
Bazzite juga kasih kontrol mendalam ke hardware, seperti mengatur batas TDP dan profil kipas. Fitur kayak gini harusnya jadi standar, bukan malah harus ganti OS dulu.
Performa superior Bazzite juga terlihat di Hogwarts Legacy. Game ini melonjak dari 50 FPS di Windows menjadi 62 FPS di Bazzite pada settingan daya yang sama persis.
Fitur sleep and resume jadi andalan Bazzite, bisa bangun instan seperti Nintendo Switch. Beda jauh sama Windows yang lemot dan malah boros baterai saat mode sleep.
Pengujian dari ETA Prime juga membuktikan Bazzite mampu melibas game AAA seperti Cyberpunk 2077. Efisiensi baterainya juga lebih baik, membuat potensi chip AMD Z2 Extreme keluar sepenuhnya.
Dilansir oleh Windows Central, masalah utama Ally X bukan hardware-nya, tapi Windows yang bukan OS untuk handheld. Perangkat ini jadi terasa seperti laptop mini, bukan konsol murni.
Proses setup awal di Windows juga bikin pusing. Harus update aplikasi Xbox, Armoury Crate, dan Microsoft Store. Prosesnya ribet dan terasa seperti menyiapkan PC, bukan konsol.
Fitur Full Screen baru dari Microsoft pun terasa setengah matang. Tampilan desktop Windows masih mengintai di belakangnya. UI konsol harusnya menggantikan desktop, bukan cuma menumpang.
Kedua YouTuber ini membuktikan satu hal: potensi sejati ROG Ally X baru akan terbuka setelah kita menyingkirkan Windows. Ini jadi bukti nyata pentingnya OS yang tepat.
Bazzite memberikan semua yang dibutuhkan Ally X: performa lebih kencang, gameplay lebih mulus, dan resume instan. Nah, menurut kalian, apakah sudah saatnya Microsoft menyerah dan beralih ke Linux untuk handheld? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung