Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

GEMPAR! Tesla Model 3 Kena Recall Massal 13.000 Unit Gara-Gara 'Penyakit' Baterai Mematikan! Apa yang Terjadi?

Toar Rotulung • 2025-11-03 15:56:13
Tesla model 3
Tesla model 3

Jagosatu.com - Perusahaan mobil listrik raksasa, Tesla, baru-baru ini menghebohkan dunia otomotif setelah mengumumkan penarikan kembali atau yang biasa disebut recall dalam jumlah besar.

Recall adalah istilah ketika pabrikan mobil meminta kembali kendaraan yang sudah dijual untuk diperbaiki karena ada masalah keamanan atau cacat produksi.

Kali ini, Model 3 yang merupakan salah satu mobil paling laris dari Tesla ikut terdampak dalam recall tersebut.

Jumlah unit yang ditarik kembali tidak main-main, yaitu mencapai sekitar 13.000 unit.

Angka 13.000 unit ini mencakup kombinasi antara Tesla Model 3 dan Tesla Model Y, yang memiliki platform serupa.

Masalah utama yang mendasari recall ini adalah potensi kerusakan serius pada sistem baterai kendaraan.

Masalah baterai ini tentu sangat mengkhawatirkan karena baterai adalah jantung dari mobil listrik.

Kerusakan pada sistem baterai ini bisa menyebabkan mobil tiba-tiba kehilangan daya atau mengalami masalah operasional mendadak.

Dilansir dari Selular.ID, recall ini dilakukan karena ada indikasi potensi masalah pada sistem baterai yang dapat memengaruhi keselamatan pengemudi dan penumpang.

Meskipun laporan mengklaim belum ada insiden serius yang terjadi, Tesla bertindak cepat sebagai langkah pencegahan.

Tindakan pencegahan ini menunjukkan bahwa Tesla memprioritaskan keselamatan penggunanya di atas segalanya.

Masalah ini berpusat pada komponen internal dalam Battery Management System atau BMS.

Battery Management System (BMS) adalah otak yang mengatur dan memantau kinerja baterai, memastikan baterai bekerja optimal dan aman.

Jika BMS ini bermasalah, maka pengawasan terhadap suhu, voltase, dan kesehatan baterai secara keseluruhan akan terganggu.

Gangguan ini pada akhirnya dapat menyebabkan thermal runaway, yaitu kondisi di mana suhu baterai naik tak terkendali dan berpotensi memicu kebakaran.

Potensi thermal runaway inilah yang disebut sebagai 'penyakit mematikan' pada judul clickbait ini.

Model 3 yang ditarik kembali adalah unit-unit yang diproduksi pada periode tertentu, yang dicurigai memiliki cacat manufaktur pada modul baterainya.

Tesla akan menghubungi para pemilik kendaraan yang terdampak dan mengarahkan mereka untuk segera membawa mobilnya ke pusat layanan resmi.

Perbaikan yang akan dilakukan biasanya berupa pembaruan software atau penggantian modul baterai yang dicurigai bermasalah.

Pembaruan software over-the-air (OTA) sering menjadi solusi utama Tesla karena dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa harus ke bengkel.

Namun, jika masalahnya terletak pada perangkat keras (hardware), penggantian komponen fisik adalah satu-satunya jalan.

Menurut Selular.ID, recall ini kembali mengingatkan Tesla tentang pentingnya menjaga standar kualitas yang ketat dalam proses produksi mobil listrik mereka.

Selain recall baterai terbaru ini, Model 3 juga pernah menghadapi recall yang cukup besar sebelumnya.

Pada tahun 2021, Tesla pernah menarik kembali ratusan ribu unit Model 3 dan Model S karena masalah pada kabel kamera spion belakang.

Masalah kamera spion ini sangat berbahaya karena menghalangi pandangan pengemudi saat mundur, meningkatkan risiko kecelakaan.

Dilansir dari GOOTO.com dan Tempo.co, recall tahun 2021 itu juga mencakup masalah pada kait kap mesin depan Model S yang berpotensi terbuka tiba-tiba saat mobil melaju.

Isu recall ini muncul di tengah persaingan pasar yang semakin sengit.

Dilansir dari BeritaSatu.com, pabrikan China, BYD, bahkan berhasil menyalip Tesla dalam jumlah penjualan mobil listrik murni global pada Kuartal III.

Meskipun Tesla baru-baru ini merilis Model 3 versi pembaruan yang dikenal sebagai Model 3 Highland di pasar seperti Indonesia, masalah recall ini dapat menghambat momentum penjualannya.

Kehadiran Model 3 Highland, seperti dilaporkan GAIKINDO, yang menawarkan desain dan fitur segar menunjukkan upaya Tesla untuk mendominasi pasar.

Upaya ini juga didukung dengan strategi potongan harga, contohnya di Tiongkok di mana harga Model 3 Long Range dipangkas, menurut ANTARA News.

Namun, recall yang berulang tentu dapat mengikis kepercayaan konsumen terhadap merek Tesla di tengah semua inovasi dan strategi harga tersebut.

Bagi para pemilik Model 3 dan Model Y, penting untuk segera memeriksa apakah nomor identifikasi kendaraan (VIN) mereka termasuk yang terdampak recall ini.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui situs resmi Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) atau langsung melalui aplikasi Tesla mereka.

Kesimpulannya, recall 13.000 unit Model 3/Y karena masalah baterai menunjukkan bahwa inovasi teknologi tinggi juga datang dengan risiko dan tantangan kualitas yang serius di tengah tekanan persaingan pasar.

Langkah ini adalah pengingat bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama, bahkan untuk mobil sefuturistik Tesla.

Para penggemar dan calon pembeli Tesla kini menanti transparansi lebih lanjut dari Elon Musk terkait recall terbaru ini.

Jagosatu.com - Perusahaan mobil listrik raksasa, Tesla, baru-baru ini menghebohkan dunia otomotif setelah mengumumkan penarikan kembali atau yang biasa disebut recall dalam jumlah besar.

Recall adalah istilah ketika pabrikan mobil meminta kembali kendaraan yang sudah dijual untuk diperbaiki karena ada masalah keamanan atau cacat produksi.

Kali ini, Model 3 yang merupakan salah satu mobil paling laris dari Tesla ikut terdampak dalam recall tersebut.

Jumlah unit yang ditarik kembali tidak main-main, yaitu mencapai sekitar 13.000 unit.

Angka 13.000 unit ini mencakup kombinasi antara Tesla Model 3 dan Tesla Model Y, yang memiliki platform serupa.

Masalah utama yang mendasari recall ini adalah potensi kerusakan serius pada sistem baterai kendaraan.

Masalah baterai ini tentu sangat mengkhawatirkan karena baterai adalah jantung dari mobil listrik.

Kerusakan pada sistem baterai ini bisa menyebabkan mobil tiba-tiba kehilangan daya atau mengalami masalah operasional mendadak.

Dilansir dari Selular.ID, recall ini dilakukan karena ada indikasi potensi masalah pada sistem baterai yang dapat memengaruhi keselamatan pengemudi dan penumpang.

Meskipun laporan mengklaim belum ada insiden serius yang terjadi, Tesla bertindak cepat sebagai langkah pencegahan.

Tindakan pencegahan ini menunjukkan bahwa Tesla memprioritaskan keselamatan penggunanya di atas segalanya.

Masalah ini berpusat pada komponen internal dalam Battery Management System atau BMS.

Battery Management System (BMS) adalah otak yang mengatur dan memantau kinerja baterai, memastikan baterai bekerja optimal dan aman.

Jika BMS ini bermasalah, maka pengawasan terhadap suhu, voltase, dan kesehatan baterai secara keseluruhan akan terganggu.

Gangguan ini pada akhirnya dapat menyebabkan thermal runaway, yaitu kondisi di mana suhu baterai naik tak terkendali dan berpotensi memicu kebakaran.

Potensi thermal runaway inilah yang disebut sebagai 'penyakit mematikan' pada judul clickbait ini.

Model 3 yang ditarik kembali adalah unit-unit yang diproduksi pada periode tertentu, yang dicurigai memiliki cacat manufaktur pada modul baterainya.

Tesla akan menghubungi para pemilik kendaraan yang terdampak dan mengarahkan mereka untuk segera membawa mobilnya ke pusat layanan resmi.

Perbaikan yang akan dilakukan biasanya berupa pembaruan software atau penggantian modul baterai yang dicurigai bermasalah.

Pembaruan software over-the-air (OTA) sering menjadi solusi utama Tesla karena dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa harus ke bengkel.

Namun, jika masalahnya terletak pada perangkat keras (hardware), penggantian komponen fisik adalah satu-satunya jalan.

Menurut Selular.ID, recall ini kembali mengingatkan Tesla tentang pentingnya menjaga standar kualitas yang ketat dalam proses produksi mobil listrik mereka.

Selain recall baterai terbaru ini, Model 3 juga pernah menghadapi recall yang cukup besar sebelumnya.

Pada tahun 2021, Tesla pernah menarik kembali ratusan ribu unit Model 3 dan Model S karena masalah pada kabel kamera spion belakang.

Masalah kamera spion ini sangat berbahaya karena menghalangi pandangan pengemudi saat mundur, meningkatkan risiko kecelakaan.

Dilansir dari GOOTO.com dan Tempo.co, recall tahun 2021 itu juga mencakup masalah pada kait kap mesin depan Model S yang berpotensi terbuka tiba-tiba saat mobil melaju.

Isu recall ini muncul di tengah persaingan pasar yang semakin sengit.

Dilansir dari BeritaSatu.com, pabrikan China, BYD, bahkan berhasil menyalip Tesla dalam jumlah penjualan mobil listrik murni global pada Kuartal III.

Meskipun Tesla baru-baru ini merilis Model 3 versi pembaruan yang dikenal sebagai Model 3 Highland di pasar seperti Indonesia, masalah recall ini dapat menghambat momentum penjualannya.

Kehadiran Model 3 Highland, seperti dilaporkan GAIKINDO, yang menawarkan desain dan fitur segar menunjukkan upaya Tesla untuk mendominasi pasar.

Upaya ini juga didukung dengan strategi potongan harga, contohnya di Tiongkok di mana harga Model 3 Long Range dipangkas, menurut ANTARA News.

Namun, recall yang berulang tentu dapat mengikis kepercayaan konsumen terhadap merek Tesla di tengah semua inovasi dan strategi harga tersebut.

Bagi para pemilik Model 3 dan Model Y, penting untuk segera memeriksa apakah nomor identifikasi kendaraan (VIN) mereka termasuk yang terdampak recall ini.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui situs resmi Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) atau langsung melalui aplikasi Tesla mereka.

Kesimpulannya, recall 13.000 unit Model 3/Y karena masalah baterai menunjukkan bahwa inovasi teknologi tinggi juga datang dengan risiko dan tantangan kualitas yang serius di tengah tekanan persaingan pasar.

Langkah ini adalah pengingat bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama, bahkan untuk mobil sefuturistik Tesla.

Para penggemar dan calon pembeli Tesla kini menanti transparansi lebih lanjut dari Elon Musk terkait recall terbaru ini.

VYR

Editor : Toar Rotulung
#Otomotif #Mobil Listrik #Recall Tesla #masalah baterai #Tesla Model 3 #Elon Musk