Jagosatu.com - Character.AI resmi membatasi akses chat terbuka untuk pengguna remaja dan menggantinya dengan fitur baru bernama Stories.
Stories memungkinkan pengguna membuat cerita interaktif bersama karakter favorit yang telah disediakan di platform.
Setiap pengguna dapat memilih genre, suasana cerita, karakter utama, dan arah petualangan melalui pilihan narasi bercabang.
Kebijakan ini diterapkan karena perusahaan ingin meningkatkan keamanan mental dan emosional bagi pengguna muda.
Menurut sumber resmi Character.AI, keputusan ini dibuat setelah konsultasi dengan pakar keselamatan digital dan kesehatan psikologis remaja.
Sebelumnya remaja masih bisa mengakses chat AI dengan batasan durasi harian, sebelum akhirnya akses chat benar-benar ditutup untuk kategori umur di bawah 18 tahun.
Pihak perusahaan menilai chat AI tanpa batas dapat memicu kecanduan emosional pada remaja yang masih dalam proses perkembangan sosial.
Risiko yang dikhawatirkan termasuk ketergantungan pada AI sebagai teman curhat, kesepian sosial, dan gangguan hubungan nyata di dunia sosial.
Baca Juga: World Bank Danai Proyek Digital Besar! Pendidikan dan Petani India Dapat Teknologi Baru!
Stories dihadirkan sebagai alternatif yang tetap kreatif namun lebih terkontrol, karena AI tidak bisa memulai percakapan secara spontan seperti dalam mode chat.
Remaja kini diajak memusatkan interaksi pada pengembangan ide cerita, alur petualangan, dan eksplorasi imajinasi.
Reaksi dari komunitas remaja beragam karena sebagian merasa kehilangan kebebasan chat yang selama ini menjadi pengalaman utama.
Namun sebagian pengguna juga mengakui bahwa chat AI terkadang membuat mereka terus online tanpa bisa berhenti.
Ada yang menyatakan bahwa perubahan ini bisa menjadi hal baik karena membantu mereka fokus ke aktivitas lain di dunia nyata.
Pengamat keamanan digital menyebutkan bahwa langkah ini bisa menjadi standar baru untuk menjaga keselamatan remaja dalam teknologi kecerdasan buatan.
Regulator di berbagai negara memang semakin menyoroti platform AI yang menawarkan obrolan pribadi tanpa batas bagi pengguna di bawah umur.
Stories juga menjadi bukti bahwa industri AI sedang bergerak ke arah hiburan kreatif, bukan hanya chatbot pendamping.
Format naratif bercabang yang dipakai Stories mirip dengan konsep choose your own adventure yang populer dalam buku dan game interaktif.
Pengalaman ini bukan hanya hiburan, tetapi dapat melatih kreativitas, imajinasi, dan kemampuan membuat keputusan.
Akan tetapi, hanya waktu yang akan bisa menjawab apakah Stories benar-benar dapat menggantikan kedekatan emosional yang dulu didapatkan remaja melalui AI chat.
Perubahan besar ini menandai langkah baru menuju penggunaan AI yang lebih aman untuk generasi muda. (KT)
Editor : ALengkong