Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mau Rakit PC? Tahan Dulu! Harga RAM dan SSD Meroket Tak Terkendali

Toar Rotulung • 2025-12-01 11:52:43
Ilustrasi Kepingan RAM DDR5
Ilustrasi Kepingan RAM DDR5

JagoSatu.com - Ada kabar baik buat para gamer! Harga GPU akhirnya mulai stabil dan banyak yang mendekati harga normal (MSRP). Ini momen pas buat upgrade setelah bertahun-tahun harganya tidak karuan.

Tapi, ini momen yang kurang tepat kalau mau rakit PC baru, terutama jika butuh RAM DDR5. Kelangkaan RAM dan chip memori bikin harganya meroket. Ibaratnya, satu masalah selesai, muncul masalah baru.

Dilansir oleh Ars Technica, biang keladinya adalah ledakan tren AI yang butuh memori super kencang dalam jumlah masif. Demam AI ini akhirnya berimbas langsung ke kantong para perakit PC.

Sebagai gambaran, harga beberapa kit RAM naik lebih dari tiga kali lipat dalam tiga bulan. Contohnya, RAM Team T-Force 32GB DDR5-6000 melonjak dari $82 jadi $310. Kenaikan yang sangat drastis!

Bukan cuma DDR5, harga DDR4 dan SSD juga ikut terdampak, meski kenaikannya belum separah itu. Jadi, kalau mau upgrade RAM, mungkin lebih baik ditahan dulu untuk sementara waktu.

Menurut laporan Ars Technica, masalah kelangkaan ini bakal berlangsung lama. Soalnya, butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun pabrik baru, sementara tingkat pasokan saat ini sudah ditentukan dari jauh-jauh hari.

Para produsen memori juga serba salah. Mereka khawatir jika 'gelembung AI' tiba-tiba pecah, mereka akan rugi besar karena kelebihan pasokan, seperti yang pernah terjadi pada 2018-2019 lalu.

Uniknya, harga PC dan ponsel jadi belum naik. Ini karena brand besar sudah memesan komponen dalam jumlah banyak dari jauh-jauh hari. Tapi ini cuma perlindungan sementara saja.

Bloomberg melaporkan Lenovo sampai 'menimbun memori' untuk mengamankan biaya hingga 2026. Aksi borong dari perusahaan raksasa ini justru memperparah kelangkaan bagi produsen yang lebih kecil.

Brand yang lebih kecil seperti Framework sudah mulai merasakan dampaknya dan mungkin akan menaikkan harga. Mereka bahkan berhenti menjual kit RAM terpisah untuk memerangi para penimbun atau calo.

Analis meyakini Apple akan aman dari krisis ini. Dengan keuntungan besar dan pasokan RAM yang sudah terjamin, mereka punya 'bantalan' finansial untuk menghadapi kekacauan rantai pasok ini.

Krisis memori ini bahkan merembet ke GPU. Dilaporkan oleh Ars Technica, Nvidia mungkin batal meluncurkan seri RTX 50 Super karena masalah biaya dan pasokan komponen seperti GDDR7.

Padahal, daya tarik utama dari seri Super yang dirumorkan adalah peningkatan VRAM dari chip 2GB ke 3GB GDDR7. Krisis ini benar-benar menghambat inovasi dan upgrade yang kita harapkan.

Dikutip dari Tom's Hardware, AMD juga memprediksi akan menaikkan harga GPU sekitar 10% mulai tahun depan. Sepertinya masa-masa indah harga GPU murah tidak akan bertahan lama.

Dengan harga RAM dan SSD yang melambung, sepertinya ini jadi waktu terburuk untuk merakit PC. Nah, menurut kalian, lebih baik rakit sekarang atau tunda dulu sampai harga stabil? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#upgrade #GPU #gamer #harga