Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Selamat Tinggal ChromeOS! Google Siapkan 'Aluminium OS' buat Lawan Windows?

Toar Rotulung • 2025-12-01 11:57:06
Ilustrasi Logo Android dengan gaya aluminium
Ilustrasi Logo Android dengan gaya aluminium

JagoSatu.com - Google akhirnya siap merombak total strategi desktop mereka. ChromeOS yang kita kenal bakal dilebur dengan Android menjadi satu platform raksasa dengan kode nama 'Aluminium OS'. Ini langkah paling berani dari Google sejauh ini.

Tujuannya jelas: menutup celah dengan Windows dan macOS. Daripada pusing urus dua OS, Google memilih menyatukan kekuatan. Satu OS terpadu tentu jauh lebih masuk akal dan efisien untuk jangka panjang ketimbang mempertahankan dua platform berbeda.

Dilansir oleh Android Authority, rencana menjadikan Android sebagai OS desktop tunggal ini sebenarnya sudah tercium setahun lalu. Google pun resmi mengakuinya di Snapdragon Summit, sinyal kalau ChromeOS memang kewalahan melawan kompetitor besar lainnya.

Nggak main-main, Google menggandeng Qualcomm untuk membangun platform ini. Kolaborasi ini fokus pada efisiensi arsitektur ARM dan kekuatan AI on-device, memanfaatkan teknologi terbaru yang lagi naik daun untuk performa maksimal.

Bukti kuat muncul dari lowongan kerja "Manajer Produk Senior" yang secara gamblang menyebut 'Sistem operasi berbasis Android, Aluminium'. Pemilihan nama ini unik, seolah menegaskan pondasi Android yang kini jadi prioritas utama pengembangan.

'Aluminium OS' bakal dibangun dengan AI sebagai intinya. Artinya, integrasi mendalam dengan Gemini bukan lagi angan-angan. Era sistem operasi yang benar-benar cerdas dan proaktif resmi dimulai di sini, siap atau tidak.

Dikutip dari Android Authority, posisi manajer tersebut bakal mengurus segmen 'AL Mass Premium' dan 'AL Premium'. Ini konfirmasi telak kalau Google akhirnya serius mengincar pasar hardware kelas atas yang selama ini dikuasai Apple.

Roadmap produknya pun sangat luas. Mulai dari laptop, tablet, perangkat 2-in-1, hingga PC mini alias 'kotak'. Google siap menantang langsung lini Surface Microsoft dan Mac Mini milik Apple di berbagai lini perangkat.

Lowongan kerja tersebut juga mengonfirmasi transisi "dari ChromeOS ke Aluminium". Bisa dibilang, ini adalah tanda berakhirnya era ChromeOS Classic, meski dukungan untuk versi lawas nggak akan langsung diputus begitu saja dalam waktu dekat.

Transisi ini memang harus super hati-hati. Seperti dilaporkan Android Authority, perangkat ChromeOS yang ada bakal tetap dapat dukungan sampai masa pakainya habis. Google tentu nggak mau bikin pasar pendidikan ngamuk karena perubahan mendadak.

Saat ini, Google kabarnya sedang menguji Aluminium OS di papan pengembangan dengan prosesor MediaTek dan Intel Generasi ke-12. Ini kabar baik, mungkin ada peluang upgrade buat Chromebook lama yang speknya masih mumpuni.

Menariknya, laporan bug mengisyaratkan nama jualnya mungkin tetap "ChromeOS". Versi lama bakal disebut "ChromeOS Classic", dikutip dari Android Authority. Strategi ini masuk akal biar nggak membingungkan pengguna setia, terutama di sektor pendidikan.

Ada juga sebutan internal "Android Desktop", tapi itu mungkin cuma referensi teknis semata. Nama final untuk pemasarannya masih jadi misteri terbesar. Apakah bakal tetap ChromeOS atau ganti nama total? Kita tunggu saja.

Proyek ambisius ini ditargetkan meluncur tahun 2026. Sekarang mereka masih tes pakai basis Android 16, jadi kemungkinan besar rilis finalnya bakal dibangun di atas Android 17 yang lebih baru lagi nantinya.

Aluminium OS adalah pertaruhan terbesar Google untuk bisa bersaing serius dengan raksasa PC lain. Nah, menurut kalian, apakah penggabungan Android dan ChromeOS ini langkah yang tepat atau malah bikin ribet? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Google #langkah #Desktop #platform #ChromeOS #total #android #merombak #raksasa #Strategi #Berani #os #aluminium #dilebur