JagoSatu.com - Kabar yang paling kita takutkan akhirnya datang juga. ChatGPT sepertinya nggak bakal bebas iklan lagi dalam waktu dekat. Google sudah mulai duluan, dan sekarang OpenAI tampaknya sedang bersiap mengikuti jejak yang bikin ketar-ketir ini.
Indikasinya kuat banget. Akhir pekan lalu, bocor sebuah screenshot dari aplikasi ChatGPT Android versi beta. Baris kode di dalamnya seolah berteriak kalau fitur iklan bakal segera mendarat di platform kesayangan kita ini.
Dilansir oleh Android Authority, kode tersebut secara spesifik memuat istilah "iklan pencarian" dan "konten bazar". Fitur carousel iklan ini bakal mengubah ChatGPT jadi mirip lapak jualan, lengkap dengan konten promosi yang nyempil di hasil pencarian.
Istilah "konten bazar" ini mengisyaratkan adanya marketplace yang langsung terintegrasi di interface chat. Bayangkan skenarionya begini: "Halo ChatGPT, GPU apa yang bagus?" dan BAM! Tiba-tiba muncul iklan rekomendasi beli GeForce RTX 5090.
Kalau tadi cuma kode, sekarang ada bukti visualnya. Sehari setelah kebocoran itu, pengguna bernama Yuchen Jin mengaku melihat iklan beneran muncul saat dia lagi asyik ngobrol sama si bot pintar ini.
Dikutip oleh Android Authority, iklan tersebut memperlihatkan botol air dan tombol "Hubungkan Peloton" berukuran besar. Bayangkan lagi asyik chat, tiba-tiba muncul banner gede di bawah balasan AI. Jelas ini sangat mengganggu kenyamanan.
Parahnya lagi, iklannya super nggak nyambung. Jin bertanya soal podcast Elon Musk, eh yang muncul malah iklan alat kebugaran. Ini bukti kalau sistem penargetan iklan mereka saat ini masih berantakan banget.
Yang bikin geleng-geleng kepala, Jin ini pelanggan paket berbayar seharga $200 per bulan! Sudah bayar mahal-mahal demi fitur premium, tapi masih disuguhi iklan. Ini sih bener-bener nggak masuk akal dan layak minta refund.
Petinggi data OpenAI, Daniel McAuley, berkilah kalau itu cuma "saran" aplikasi, bukan "iklan berbayar". Dikutip dari Android Authority, ini cuma sekadar permainan kata. Mau saran atau iklan, tujuannya tetap saja promosi yang mengganggu.
Meski begitu, McAuley akhirnya mengakui kalau ketidakrelevanan konten itu bikin pengalaman pengguna jadi "buruk". Batas antara fitur integrasi yang berguna dan iklan norak jadi makin nggak jelas dan merusak kenyamanan.
Sebenarnya CEO Sam Altman memang nggak anti sama iklan. Dia pernah bilang kalau mereka cuma lagi cari metode terbaik. Intinya, dia cuma nunggu momen yang pas sebelum benar-benar menarik duit dari iklan.
CFO Sarah Friar mencoba menenangkan dengan konfirmasi bahwa belum ada "rencana aktif" untuk iklan saat ini. Tapi, dia terbuka cari sumber duit baru. Artinya, tombol iklannya belum ditekan, tapi saklarnya sudah siap.
Kenapa mereka butuh iklan? Dilansir oleh Android Authority, OpenAI pusing dengan biaya operasional yang tembus $4 miliar per tahun! Beban biaya server super mahal inilah yang memaksa idealisme "bebas iklan" mereka luntur.
Nggak kaget kalau nanti pengguna gratisan yang bakal jadi korban pertamanya. Ini trik klasik: bikin pengalaman gratisan jadi nggak nyaman, supaya pengguna terpaksa upgrade ke paket berbayar demi menghilangkan iklan.
Era emas AI yang bersih dan fokus ke pengguna sepertinya bakal segera tamat. Puas-puasin deh pakai antarmuka yang bersih sekarang. Nah, kalau ChatGPT beneran penuh iklan, kalian bakal tetap pakai atau pindah ke lain hati? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung