Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

AI Ini Bisa Tebak Luka Diabetes dengan Akurasi Hampir Sempurna, Kok Bisa?

ALengkong • 2025-12-21 22:48:49

Ilustrasi luka diabetes
Ilustrasi luka diabetes

Jagosatu.com - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini makin canggih dan mulai membantu dunia medis, termasuk untuk mengenali luka akibat diabetes dengan sangat akurat.

Diabetes adalah penyakit kronis yang sering menyebabkan luka di kaki yang sulit sembuh dan bisa berujung amputasi jika terlambat ditangani.

Menurut World Health Organization, diabetes dapat merusak saraf dan pembuluh darah sehingga luka kecil bisa berubah menjadi luka serius jika tidak terdeteksi sejak awal.

Masalah utama selama ini adalah pemeriksaan luka diabetes masih mengandalkan pengamatan langsung oleh tenaga medis yang jumlahnya terbatas.

Karena itu, para peneliti mencoba memanfaatkan teknologi deep learning, yaitu metode AI yang bisa belajar dari banyak gambar.

Deep learning bekerja dengan cara mengenali pola visual pada gambar, mirip seperti cara manusia belajar membedakan benda.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik transfer learning, yaitu memanfaatkan model AI yang sudah pintar lalu dilatih ulang untuk tugas baru.

Dua model AI yang digunakan adalah EfficientNetB1 dan ResNet50 yang sudah sering dipakai dalam analisis gambar medis.

Baca Juga: AI Mulai Digunakan untuk Membaca Arah Pasar Digital, Opini Online Jadi Bahan Strategi Bisnis

EfficientNetB1 dikenal hemat komputasi karena mampu menyeimbangkan ukuran model dan ketelitian hasil.

Sementara itu, ResNet50 terkenal stabil karena memiliki sistem “jalan pintas” yang membantu AI belajar lebih dalam tanpa error.

Dataset yang digunakan berisi 1.708 gambar kaki, yang dibagi menjadi dua kelas yaitu luka diabetes dan kaki normal.

Semua gambar diproses agar memiliki ukuran sama dan kualitas visual yang seragam supaya AI bisa belajar lebih baik.

Peneliti juga menambahkan teknik augmentasi data seperti memutar dan membalik gambar agar AI tidak mudah salah mengenali pola.

Proses pelatihan dilakukan selama 50 kali pengulangan atau epoch agar model benar-benar memahami perbedaan luka.

Hasilnya, model EfficientNetB1 dengan optimizer SGD mencatat akurasi tertinggi hingga 99,48 persen.

Menurut hasil penelitian di COGITO Smart Journal, angka ini lebih tinggi dibandingkan model lain yang diuji dalam kondisi sama.

Artinya, dari 100 gambar luka, hampir semuanya bisa dikenali dengan benar oleh sistem AI ini.

Kesalahan yang terjadi juga sangat kecil, hanya satu gambar normal yang keliru diklasifikasikan sebagai luka diabetes.

Hal ini menunjukkan bahwa AI sangat andal untuk membantu skrining awal luka diabetes secara cepat.

Teknologi ini berpotensi digunakan di puskesmas atau daerah terpencil yang kekurangan dokter spesialis.

Peneliti berharap sistem ini bisa dikembangkan menjadi aplikasi berbasis web atau mobile agar mudah digunakan.

Ke depan, penelitian lanjutan akan fokus pada variasi warna kulit dan kondisi cahaya agar AI makin akurat di dunia nyata.

Dengan bantuan AI, deteksi dini luka diabetes bisa dilakukan lebih cepat dan risiko amputasi dapat ditekan.

(J)

Editor : ALengkong
#AI Medis #Kecerdasan Buatan #Deep Learning #Teknologi Kesehatan #diabetes