JagoSatu.com - Honor lagi gaspol lewat "Rencana Alpha" mereka dengan investasi jumbo 10 miliar USD di MWC 2025. Langkah berani ini jadi bukti Honor siap tempur di perlombaan senjata AI selama lima tahun ke depan.
Fokus pada hubungan manusia-perangkat yang mulus, Honor ingin menciptakan "ponsel cerdas" masa depan. Targetnya adalah mengubah cara kita berinteraksi dengan gadget, meski bentuk aslinya masih dirahasiakan agar tetap bikin penasaran.
Dilansir oleh PCMag, CEO James Li pengen industri yang lebih terbuka tanpa memandang brand. Beliau menyerukan kolaborasi lintas sistem operasi supaya teknologi AI bisa dirasakan semua orang tanpa terbatas sekat ekosistem tertentu.
Gak main-main, Honor bahkan gandeng raksasa seperti Google Cloud, Qualcomm, dan Vodafone di panggung. Kolaborasi nyata ini menunjukkan ambisi mereka buat bangun ekosistem AI yang beneran terintegrasi, bukan sekadar ekosistem tertutup lainnya.
Nantinya, bakal ada "AI Agent" khusus dan fitur AI Upscale buat seri Magic7 yang rilis Maret nanti. Fitur peningkatan foto ini bakal jadi pembuktian awal dari hasil investasi fantastis senilai miliaran dolar tersebut.
Laptop MagicBook Pro 14 sekarang dibranding sebagai "PC AI" yang komplit, seperti yang dilaporkan oleh PCMag. Ini bagian dari strategi Honor buat masukin teknologi AI ke tiap sudut perangkat mereka, mulai tablet sampai earbud.
Gak cuma laptop, tablet Honor Pad V9 juga dapet jatah fitur AI Notes dan AI Docs. Menariknya, fitur "Circle To Search" juga langsung ditanam ke sistem operasinya buat bantu kita cari informasi lebih cepet.
Earbud Open dari Honor sekarang bukan cuma buat dengerin musik doang. Perangkat ini dilengkapi penerjemah bertenaga AI buat interpretasi waktu nyata, yang bisa jadi solusi keren buat ngobrol sama orang asing tanpa kendala bahasa.
Menariknya, Watch 5 Ultra malah nggak jualan fitur AI sama sekali, seperti dikutip dari PCMag. Fokusnya justru ke daya tahan baterai yang awet banget sampai 15 hari, fitur yang sebenernya lebih kita butuhin.
Konsep "ponsel cerdas" ini sebenernya masih jadi misteri yang paling bikin penasaran dari Rencana Alpha. Honor belum jelasin detail bedanya teknologi mereka dengan apa yang udah ditawarin sama Samsung atau Apple saat ini.
Honor lagi ngerombak total strategi mereka demi ekosistem perangkat AI yang saling terhubung. Mereka berani ambil risiko besar ini supaya bisa lebih menonjol di tengah pasar smartphone yang sekarang udah mulai jenuh.
Dikutip dari PCMag, Honor Magic V3 diklaim sebagai HP lipat tertipis di dunia yang dibekali AI. Honor manfaatin keunggulan hardware mereka buat dorong ambisi software, mencoba tantang pemain besar di kelasnya sendiri.
Investasi jumbo ini bakal digelontorin bertahap selama lima tahun sampai 2030. Jadi ini bukan cuma gimmick marketing sesaat, tapi peta jalan jangka panjang Honor buat fokus penuh pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
CEO Honor, James Li, negasin kalau kolaborasi tanpa batas itu kunci utama buat nyelesein masalah teknologi masa kini. Dengan bersatu sama mitra, Honor mau berantas masalah fragmentasi yang sering hambat inovasi fitur baru.
Honor beneran all-in buat jadi raja AI baru lewat ekosistem terpadu ini. Nah, menurut kalian apakah modal 150 triliun ini udah cukup buat ngelawan balik dominasi raksasa teknologi lainnya? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung